<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704</id><updated>2011-07-07T17:55:42.291-07:00</updated><title type='text'>ASUHAN KEPERAWATAN [GRATIS] PLUS PATHWAY</title><subtitle type='html'>DOWNLOAD GRATIS ASKEP, LAPORAN PENDAHULUAN, LENGKAP PLUS PATHWAY.
KMB (KARDIOVASKULER, PERNAPASAN, PERKEMIHAN, INTEGUMEN, IMUNOLOGI, DLL), KEPERAWATAN KOMUNITAS, KEPERAWATAN ANAK, KEPERAWATAN JIWA, KEPERAWATAN MATERNITAS</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-2361514960626438995</id><published>2010-07-01T04:00:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T01:00:12.736-07:00</updated><title type='text'>WEBSITE UNTUK EDIT FOTO</title><content type='html'>&lt;a href="http://s749.photobucket.com/albums/xx140/quantumnursing/?action=view&amp;current=FunPhotoBox_190445couvjs-Copy.gif" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i749.photobucket.com/albums/xx140/quantumnursing/FunPhotoBox_190445couvjs-Copy.gif" border="0" alt="Photobucket"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar di atas merupakan salah satu hasil editan foto dengan menggunakan &lt;a href="http://magazinecovers.funphotobox.com/"&gt;Fun Photo Box&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;editor foto online yang satu ini mempunyai kelebihan yang cukup banyak. karena selain membuat foto berformat JPEG/JPG juga dapat membuat animasi yang menarik. penasaran...??? coba aja kunjungi websitenya&lt;br /&gt;&lt;a href="http://magazinecovers.funphotobox.com/"&gt;Fun Photo Box&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;selamat mencoba...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-2361514960626438995?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/2361514960626438995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/02/website-untuk-edit-foto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/2361514960626438995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/2361514960626438995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/02/website-untuk-edit-foto.html' title='WEBSITE UNTUK EDIT FOTO'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-736831380735789889</id><published>2010-06-07T00:51:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T01:08:10.403-07:00</updated><title type='text'>BRONKOPNEUMONIA</title><content type='html'>A. Definisi&lt;br /&gt;Pneumonia merupakan peradangan perenkim paru-paru yang biasanya berasal dari suatu infeksi.(Price,1995)&lt;br /&gt;Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan menimbulkan gangguan pertukaran gas setempat (Zul, 2001)&lt;br /&gt;Bronkopneumonia digunakan untuk menggambarkan pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi dalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. Pada bronkopneumonia terjadi konsolidasi area berbercak. (Smeltzer,2001).&lt;br /&gt;Perubahan system respirasi yang berhubungan dengan usia yang mempengaruhi kapasitas dan fungsi paru meliputi:&lt;br /&gt;1. Peningkatan diameter anteroposterior dada.&lt;br /&gt;2. Kolaps osteoporotik vertebrae yang mengakibatkan kifosis (peningkatan kurvatura konveks tulang belakang).&lt;br /&gt;3. Kalsifikasi kartilago kosta dan penurunan mobilitas kosta.&lt;br /&gt;4. Penurunan efisiensi otot pernapasan.&lt;br /&gt;5. Peningkatan rigiditas paru.&lt;br /&gt;6. Penurunan luas permukaan alveoli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Klasifikasi pneumonia&lt;br /&gt;      Klasifikasi menurut Zul Dahlan (2001):&lt;br /&gt;a. Berdasarkan ciri radiologis dan gejala klinis, dibagi atas:&lt;br /&gt;• Pneumonia tipikal, bercirikan tanda-tanda pneumonia lobaris dengan opasitas lobus atau lobularis.&lt;br /&gt;• Pneumonia atipikal, ditandai gangguan respirasi yang meningkat lambat dengan gambaran infiltrate paru bilateral yang difus.&lt;br /&gt;b. Berdasarkan faktor lingkungan&lt;br /&gt;• Pneumonia komunitas&lt;br /&gt;• pneumonia nosokomial&lt;br /&gt;• pneumonia rekurens&lt;br /&gt;• pneumonia aspirasi&lt;br /&gt;• pneumonia pada gangguan imun&lt;br /&gt;• pneumonia hipostatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Berdasarkan sindrom klinis&lt;br /&gt;• Pneumonia bakterial berupa: pneumonia bakterial tipe tipikal yang terutama mengenai parenkim paru dalam bentuk bronkopneumonia dan pneumonia lobar serta pneumonia bakterial tipe campuran atipikal yaitu perjalanan penyakit ringan dan jarang disertai konsolidasi paru.&lt;br /&gt;• Pneumonia non bakterial, dikenal pneumonia atipikal yang disebabkan mycoplasma, clamydia pneumoniae atau legionella.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Klasifikasi berdasarkan Reeves (2001):&lt;br /&gt;a. Community Acquired Pneumonia dimulai sebagai penyakit pernafasan umum dan bisa berkembang menjadi pneumonia. Pneumonia streptococcal merupakan organisme penyebab umum. Tipe pneumonia ini biasanya menimpa kalangan anak-anak atau kalangan orang tua.&lt;br /&gt;b. Hospital Acquired pneumonia dikenal sebagai pneumonia nosokomial. Organisme seperti ini aeruginisa pseudomonas. Klebsiella atau aureus stapilococcus, merupakan bakteri umum penyebab Hospital Acquired pneumonia &lt;br /&gt;c. Lobar dan bronkopneumonia dikategorikan berdasarkan lokasi anatomi infeksi. Sekarang ini pneumonia diklasifikasikan menurut organisme, bukan hanya menurut lokasi anatominya saja.&lt;br /&gt;d. Pneumonia viral, bakterial dan fungi dikategorikan berdasarkan pada agen penyebabnya, kultur sensifitas dilakukan untuk mengidentifikasikan organisme perusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Etiologi&lt;br /&gt;a. Bakteri&lt;br /&gt; Pneumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia lanjut. Organsime gram positif seperti: streptococcus pneumonia, s. aureus dan s. pyogenesis. Bakteri gram negative seperti Haemophilus influenza, klebsiella pneumonia dan P.Aeruginosa.&lt;br /&gt;b. Virus&lt;br /&gt; Disebabkan oleh virus influenza yang menyebar melalui transmisi droplet. Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyabab utama pneumonia virus.&lt;br /&gt;c. Jamur&lt;br /&gt; Infeksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung, tanah serta kompos&lt;br /&gt;d. Protozoa&lt;br /&gt; Menimbulkan terjadinya pneumocystis carinii pneumonia (CPC). Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami imunosupresi. (Reeves,2001).&lt;br /&gt;D. Pathways&lt;br /&gt;      TERLAMPIR&lt;br /&gt;      &lt;a href="   http://www.ziddu.com/download/10596309/PathwaysBRPN.doc.html"&gt;DOWNLOAD DISINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;E. Manifestasi klinis&lt;br /&gt;• Kesulitan dan sakit pada saat pernapasan.&lt;br /&gt;  Nyeri pleuritik, nafas dangkal dan mendengkur, takipnea.&lt;br /&gt;• Bunyi nafas di atas area yang mengalami konsolidasi.&lt;br /&gt;  Mengecil, kemudian menjadi hilang, krekels, ronki, egofoni.&lt;br /&gt;• Gerakan dada tidak simetris&lt;br /&gt;• Menggigil dan demam 38,80 C sampai 41,1o C, delirium&lt;br /&gt;• Diaforesis&lt;br /&gt;• Anoreksia&lt;br /&gt;• Malaise&lt;br /&gt;• Batuk kental, produktif&lt;br /&gt; Sputum kuning kehijauan kemudian berubah menjadi kemerahan atau berkarat.&lt;br /&gt;• Gelisah&lt;br /&gt;• Sianosis&lt;br /&gt;  Area sirkumoral, dasar kuku kebiruan.&lt;br /&gt;• Masalah-masalah psikososial: disorientasi, ansietas, takut mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Pemeriksaan penunjang&lt;br /&gt;• Sinar X: mengidentifikasi distribusi struktural; dapat juga menyatakan abses luas/infilrat, empiema (stapilococcus);infiltrate menyebar atau terlokalisasi (bacterial);atau penyebaran/perluasan infiltrate nodul (virus). Pneumonia mikoplasma sinar X dada mungkin bersih.&lt;br /&gt;• GDA: tidak normal mungkin terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan penyakit paru yang ada.&lt;br /&gt;• Pemeriksaan gram/kultur sputum dan darah: diambil dengan biopsi jarum, aspirasi transtrakeal, bronkoskopi fiberotik atau biopsy pembukaan paru untuk mengatasi organisme penyebab.&lt;br /&gt;• JDL: leukositosis biasanya ada, meski sel darah putih rendah terjadi pada infekksi virus, kondisi tekanan imun memungkinkan berkembangnya pneumonia bakterial. &lt;br /&gt;• Pemeriksan serologi; titer virus atau legionella, aglutinin dingin.&lt;br /&gt;• LED: meningkat&lt;br /&gt;• Pemeriksaan fungsi paru: volume mungkin menurun (kongesti dan kolaps); tekanan jalan napas mungkin meningkat dan komplain menurun, hipoksemia.elektrolit natrium dan klorida mungkin rendah.&lt;br /&gt;• Bilirubin mungkin meningkat.&lt;br /&gt;• Aspirasi perkutan/biopsi jaringan paru terbuka menyatakan intranuklear tipikal dan keterlibatan sitoplasmik (CMV) (Doenges, 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Penatalaksanaan&lt;br /&gt;a. Kemoterapi&lt;br /&gt;Pemberian kemoterapi harus berdasarkan petunjuk penemuan kuman penyebab infeksi (hasik kultur sputum dan tes sensitivitas kuman teradap antibodi). Bila penyakitnya ringan antibiotik diberikan secara oral, sedangkan bila berat diberikan secara parenteral. Apabila terdapat penurunan fungsi ginjal akibat proses penuaan, maka harus diingat kemungkinan penggunaan antibiotik tertentu perlu penyesuaian dosis (Harasawa,1989)&lt;br /&gt;b. Pengobatan umum&lt;br /&gt;• Terapi oksigen&lt;br /&gt;• Hidrasi, bila ringan hidrasi oral, tetapi jika berat dehidrasi dilakukan secara parenteral.&lt;br /&gt;• Fisioterapi, penderita perlu tirah baring dan posisi penderita perlu diubah-ubah untuk menghindari pneumonia hipografik, kelemahan dan dekubitus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Pengkajian&lt;br /&gt;a. Aktivitas/istirahat&lt;br /&gt;Kelemahan, kelelahan, insomnia. Letargi, penurunan toleransi terhadap aktivitas.&lt;br /&gt;b. Sirkulasi&lt;br /&gt;Riwayat gagal jantung kronis, takikardia, penampilan terlihat pucat.&lt;br /&gt;c. Integritas ego&lt;br /&gt;Banyak stressor, masalah finansial.&lt;br /&gt;d. Makanan/cairan&lt;br /&gt;Kehilangan nafsu makan, mual/muntah, riwayat DM. Distensi abdomen, hiperaktif bunyi usus, kulit kering dengan turgor buruk, penampilan malnutrisi.&lt;br /&gt;e. Neurosensori&lt;br /&gt;Sakit kepala, perubahan mental.&lt;br /&gt;f. Nyeri/kenyamanan&lt;br /&gt;Sakit kepala , nyeri dada meningkat dan batuk myalgia.&lt;br /&gt;g. Pernafasan&lt;br /&gt;Riwayat PPOM, merokok sigaret, takipnea, dispnea, pernafasan dangkal, penggunaan otot aksesori, pelebaran nasal. Sputum berwana merah muda, berkarat atau purulen. &lt;br /&gt;Perkusi: pekak di atas area yang konsolidasi, gesekan friksi pleural. Bunyi nafas: menurun atau tidak ada di atas area yang terlibat atau nafas bronchial. Fremitus: taktil dan vocal meningkat dengan konsolidasi.. Warna: pucat, atau sianosis pada bibir/kuku.&lt;br /&gt;h. Keamanan&lt;br /&gt;Riwayat gangguan sistem imun, demam. Berkeringat, menggigil berulang, gemetar, kemerahan mungkin pada kasus rubella/varisela.&lt;br /&gt;i. Penyuluhan&lt;br /&gt;Riwayat mengalami pembedahan, penggunaan alkohol kronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Diagnosa keperawatan&lt;br /&gt;1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan inflamasi trakeobronkial, pembentukan oedema, peningkatanan produksi sputum, nyeri pleuritik, penurunan energi, kelemahan.ditandai dengan perubahan frekuensi kedalaman pernafasan, bunyi nafas tidak normal, penggunaan otot aksesori, dispnea, sianosis, batuk efektif/tidak efektif dengan atau tanpa produksi sputum.&lt;br /&gt;• Kriteria hasil: menunjukkan perilaku mencapai kebersihan jalan nafas, menunjukkan jalan nafas paten dengan bunyi nafas bersih, tidak ada dispnea atau sianosis.&lt;br /&gt;• Intervensi keperawatan:&lt;br /&gt;1. Kaji frekuensi/ kedalaman pernafasan dan gerakan dada.&lt;br /&gt;2. Auskultasi paru, catat area penurunan/tidak ada aliran udara dan bunyi nafas tambahan (krakles, mengi)&lt;br /&gt;3. Bantu pasien untuk batuk efektif dan nafas dalam&lt;br /&gt;4. Berikan cairan sedikitnya 2500ml/hari.&lt;br /&gt;5. Kolaborasi: &lt;br /&gt;• Bantu mengawasi efek pengobatan nebulizer dan fisioterapi lain.&lt;br /&gt;• Berikan obat sesuai indikasi: mukolitik, ekspektoran, bronkodilator, analgesik.&lt;br /&gt;• Berikan cairan tambahan&lt;br /&gt;• Awasi seri sinar X dada, GDA, Nadi oksimetri.&lt;br /&gt;• Bantu bronkoskopi/torakosintesis bila diidikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran alveolar-kapiler (efek inflamasi) dan gangguan kapasitas oksigen darah ditandai dengan dispnea, sianosis, taikardia, gelisah,/perubahan mental, hipoksia.&lt;br /&gt;Kriteria hasil:&lt;br /&gt;Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigenasi jaringan dengan GDA dalam rentang normal dan tidak ada gejala distress pernapasan&lt;br /&gt;Berpastisipasi pada tindakan untuk memaksimalkan oksigen.&lt;br /&gt;Intervensi keperawatan:&lt;br /&gt;Mandiri:&lt;br /&gt;• Kaji frekuensi, kedalaman dan kemudahan bernafas.&lt;br /&gt;• Observasi warna kulit, membran mukosa dan kuku.&lt;br /&gt;• Kaji status mental.&lt;br /&gt;• Awasi status jantung/irama&lt;br /&gt;• Awasi suhu tubuh, sesuai indikasi. Bantu tindakan kenyamanan untuk menurunkan demam dan menggigil.&lt;br /&gt;• Pertahankan istirahat tidur.&lt;br /&gt;• Tinggikan kepala dan dorong sering mengubah posisi, nafas dalam dan batuk efektif.&lt;br /&gt;• Kaji tingkat ansietas.&lt;br /&gt;• Dorong menyatakan masalah/perasaan.&lt;br /&gt;Kolaborasi&lt;br /&gt;• Berikan terapi oksigen dengan benar.&lt;br /&gt;• Awasi GDA&lt;br /&gt;3. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan proses inflamasi, penurunan kompliance paru, nyeri ditandai dengan dispnea, takipnea, penggunaan otot aksesori, perubahan kedalaman nafas, GDA abnormal.&lt;br /&gt;Kriteria hasil:&lt;br /&gt;Menunjukkan pola pernafasan normal/efektif dengan GDA dalam rentang normal.&lt;br /&gt;Intervensi keperawatan:&lt;br /&gt;Mandiri:&lt;br /&gt;• Kaji frekuensi, kedalaman pernafasan dan ekspansi dada.&lt;br /&gt;• Auskultasi bunyi nafas.&lt;br /&gt;• Tinggikan kepala dan bahu.&lt;br /&gt;• Obsrvasi pola batuk dan karakter sekret.&lt;br /&gt;• Dorong/bantu pasien dalam nafas dalam dan latihan batuk efektif.&lt;br /&gt;Kolaborasi &lt;br /&gt;• Berikan oksigen tambahan.&lt;br /&gt;• Awasi DGA.&lt;br /&gt;4. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan adanya proses infeksi.&lt;br /&gt;Kriteria hasil:&lt;br /&gt;pasien tidak memperlihatkan tanda peningkatan suhu tubuh, tidak menggigil, nadi normal.&lt;br /&gt;Intervensi keperawatan:&lt;br /&gt;Mandiri:&lt;br /&gt;• Obsevasi suhu tubuh (4 jam).&lt;br /&gt;• Pantau warna kulit.&lt;br /&gt;• Lakukan tindakan pendinginan sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;Kolaborasi:&lt;br /&gt;• Berikan obat sesuai indikasi:antiseptik&lt;br /&gt;• Awasi kultur darah dan kultur sputum, pantau hasilnya setiap hari.&lt;br /&gt;5. Resiko tinggi penyebaran infeksi berhubungan dengan ketidakadekuatan pertahanan utama dan tidak adekuat pertahanan sekunder (adanya infeksi, penekanan imun).&lt;br /&gt;• Kriteria hasil:&lt;br /&gt;1. Mencapai waktu perbaikan infeksi berulang tanpa komplikasi.&lt;br /&gt;2. Mengidentifikasi intervensi untuk mencegah/ menurunkan resiko infeksi.&lt;br /&gt;• Intervensi keperawatan:&lt;br /&gt;1. Pantau TTV.&lt;br /&gt;2. Anjurkan klien memperhatikan pengeluaran sekret dan melaporkan perubahan warna jumlah dan bau sekret.&lt;br /&gt;3. Dorong teknik mencuci tangan dengan baik.&lt;br /&gt;4. Ubah posisi dengan sering.&lt;br /&gt;5. Batasi pengunjung sesuai indikasi&lt;br /&gt;6. Lakukan isolasi pencegahan sesuai indikasi.&lt;br /&gt;7. Dorong keseimbangan istirahat adekuat dengan aktivitas sedang.&lt;br /&gt;8. Kolaborasi: Berikan antimikrobal sesuai indikasi.&lt;br /&gt;6. Nyeri berhubungan dengan inflamasi parenkim paru, reaksi seluler terhadap sirkulasi toksin, batuk menetap ditandai dengan nyeri dada, sakit kepala,nyeri sendi, melindungi area yang sakit, perilaku distraksi, gelisah.&lt;br /&gt;• Kriteria hasil:&lt;br /&gt;1. Menyebabkan nyeri hilang/terkontrol.&lt;br /&gt;2. Menunjukkan rileks, isirahat/tidur dan peningkatan aktivitas dengan cepat.&lt;br /&gt;• Intervensi keperawatan:&lt;br /&gt;1. Tentukan karakteristik nyeri.&lt;br /&gt;2. Pantau TTV.&lt;br /&gt;3. Ajarkan teknik relaksasi.&lt;br /&gt;4. Anjurkan dan bantu pasien dalam teknik menekan dada selama episode batuk.&lt;br /&gt;7. Resiko tinggi nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolik sekunder terhadap demam dan proses infeksi, anoreksia, distensi abdomen.&lt;br /&gt;• Kriteria hasil:&lt;br /&gt;1. Menunjukkan peningkatan nafsu makan.&lt;br /&gt;2. Berat badan stabil atau meningkat.&lt;br /&gt;• Intervensi keperawatan:&lt;br /&gt;1. Identifikasi faktor yang menimbulkan mual atau muntah.&lt;br /&gt;2. Berikan wadah tertutup untuk sputum dan buang sesering mungkin.&lt;br /&gt;3. Auskultasi bunyi usus.&lt;br /&gt;4. Berikan makan porsi kecil dan sering.&lt;br /&gt;5. Evaluasi status nutrisi.&lt;br /&gt;8. Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan kebutuhan tindakan berhubungan dengan kurang terpajan informasi, kurang mengingat, kesalahan intrpretasi ditandai dengan permintaan informasi, penyataan kesalahan konsep, kesalahan mengulang.&lt;br /&gt;• Kriteria hasil:&lt;br /&gt;1. Menyatakan pemahaman kondisi proses penyakit dan pengobatan.&lt;br /&gt;2. Melakukan perubahan pola hidup.&lt;br /&gt;• Intervensi keperawatan:&lt;br /&gt;1. Kaji fungsi normal paru.&lt;br /&gt;2. Diskusikan aspek ketidakmampuan dari penyakit, lamanya penyembuhan dan harapan kesembuhan.&lt;br /&gt;3. Berikan dalam bentuk tertulis dan verbal.&lt;br /&gt;4. Tekankan pentingnya melanjutkan batuk efektif.&lt;br /&gt;5. Tekankan perlunya melanjutrkan terapi antibiotik selama periode yang dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Daftar pustaka&lt;br /&gt;• Doenges, Marylyn (2001). Rencana Asuhan Keperawatan, edisi 3, Jakarta: EGC.&lt;br /&gt;• Hudak,Carolyn M (1997). Keperawatan Kritis :Pendekatan Holistik. Alih bahasa: Allenidekania dkk. Jakarta.EGC.&lt;br /&gt;• Lackman’s (1996). Care Principle and Practice of Medical Surgical Nursing. Philadelpia:WB Saunders Company.&lt;br /&gt;• Pasiyan rahmatullah (1999).Geriatrik: Ilmu Kesehatan Usia Lanjut. editor:R.boedhi Darmoso dan Hadi Martono,Jakarta, Balai Penerbit FKUI.&lt;br /&gt;• Price sylvia Anderson (1994). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Alih bahasa: Peter anugerah. Jakarta. EGC.&lt;br /&gt;• Reevers, Charlene J, et all (2000). Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Salemba medica.&lt;br /&gt;• Smeltzer SC, Bare B.G (2000). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Volume 1. Jakarta:EGC.&lt;br /&gt;• Suyono,(2001). Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Edisi III. Jakarta: balai penerbit FKUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel Terkait:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.1001carasehat.wordpress.com"&gt;Penatalaksanaan berbagai macam masalah kesehatan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-736831380735789889?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/736831380735789889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/06/bronkopneumonia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/736831380735789889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/736831380735789889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/06/bronkopneumonia.html' title='BRONKOPNEUMONIA'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-8039942690765324606</id><published>2010-05-23T03:24:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T03:37:00.743-07:00</updated><title type='text'>CARA TRANSLATE PALING MUDAH DAN MURAH</title><content type='html'>mau tau...????????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-8039942690765324606?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/8039942690765324606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/05/cara-translate-paling-mudah-dan-murah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/8039942690765324606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/8039942690765324606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/05/cara-translate-paling-mudah-dan-murah.html' title='CARA TRANSLATE PALING MUDAH DAN MURAH'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-4983892850342881021</id><published>2010-04-16T02:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T02:23:20.327-07:00</updated><title type='text'>KONSEP TUMBUH KEMBANG</title><content type='html'>1. Pengertian&lt;br /&gt;Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik (anatomi) dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau seluruhnya karena adanya multiplikasi (bertambah banyak) sel-sel tubuh dan juga bertambah besarnya sel. (Nursalam, 2005:32) &lt;br /&gt;Pertumbuhan fisik merupakan hal yang kuantitatif atau dapat diukur, aspek peningkatan ukuran fisik individu sebagai hasil peningkatan dalam jumlah sel. (Potter, 2005: 637).&lt;br /&gt;Menurut IDAI (2000) dalam Nursalam (2005:33), perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dan struktur/ fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur, dapat diperkirakan, dan diramalkan sebagai hasil dari proses diferensiasi sel jaringan tubuh, organ-organ dan sistem-sistemnya yang terorganisasi.&lt;br /&gt;Perkembangan adalah aspek progresif adaptasi terhadap lingkungan yang bersifat kualitatif. (Potter, 2005:637)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Teori perkembangan &lt;br /&gt;a. Teori Psikososial Erikson&lt;br /&gt;1) Percaya vs tidak percaya (lahir-1tahun/ bayi)&lt;br /&gt;Bentuk: mengambil dan mendapatkan.&lt;br /&gt;Sifat baik: perkembangan.&lt;br /&gt;Ciri tahapan: pemenuhan kepuasan dari pengasuh tentang kebutuhan dasar bayi untuk makan dan mengisap, rasa hangat dan nyaman, cinta dan rasa aman dalam perilaku yang konsisten dan sensitif, menghasilkan kepercayaan.&lt;br /&gt;2) Autonomi vs ragu-ragu dan malu (1-3 tahun/ toddler)&lt;br /&gt;Bentuk: menahan dan membiarkan pergi.&lt;br /&gt;Sifat baik: kesediaan &lt;br /&gt;Ciri tahapan: anak mulai mengembangkan kemandirian pada saat peningkatan kontrol fungsi tubuh terhadap kegiatan membuka dan memakai baju, berjalan, mengambil, makan sendiri, dan ke toilet. Mulai terbentuk kontrol diri.&lt;br /&gt;3) Inisiatif vs Rasa Bersalah (3-6 tahun/ prasekolah)&lt;br /&gt;Bentuk: serangan yang merusak: tujuan.&lt;br /&gt;Ciri tahapan: anak mengembangkan inisiatif pada saat merencanakan mencoba hal-hal baru. Perilaku anak ditandai sebagai sesuatu yang kuat, imajinatif, dan intrusif. Terjadi perkembangan perasaan bersalah dan identifikasi dengan orang tua yang sama jenis kelamin.&lt;br /&gt;4) Industri vs inferior (6-12 tahun/ usia sekolah) &lt;br /&gt;Bentuk: melakukan dan memproduksi sesuatu.&lt;br /&gt;Sifat baik: kompetensi.&lt;br /&gt;Ciri tahapan: anak mendapatkan pengenalan melalui demonstrasi keterampilan dan produksi benda-benda serta mengembangkan harga diri melalui pencapaian. Anak secara besar dipengaruhi oleh guru dan sekolah.&lt;br /&gt;5) Identitas vs bingung peran atau difusi (8-21 tahun/ remaja)&lt;br /&gt;Sifat baik: kesetiaan &lt;br /&gt;Ciri tahapan: individu mengembangkan penyatuan rasa “diri sendiri”. Teman sebaya mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku. Keputusan utama adalah untuk menentukan tujuan vokasional.&lt;br /&gt;6) Intimasi vs isolasi (18-21 sampai 40 tahun/ dewasa muda)&lt;br /&gt;Bentuk: mencintai.&lt;br /&gt;Sifat baik: cinta.&lt;br /&gt;Ciri tahapan: tugas adalah untuk mengembangkan kedekatan dan berbagi hubungan dengan lainnya, yang mungkin termasuk pasangan seksual.&lt;br /&gt;7) Generativitas vs absorbsi diri atau stagrasi (40-65 tahun/ dewasa tengah)&lt;br /&gt;Bentuk: memberi nafkah &lt;br /&gt;Sifat baik: merawat.&lt;br /&gt;Ciri tahapan: dewasa matang dihadapkan pada kesadaran tentang penetapan dan bimbingan untuk generasi selanjutnya. Orang dewasa melihat ke dalam diri sendiri dan mengekspresikan kepedulian pada dunia di masa yang akan datang. &lt;br /&gt;8) Integritas ego vs putus asa (65 tahun-mati/ dewasa akhir)&lt;br /&gt;Bentuk: penerimaan&lt;br /&gt;Sifat baik: bijaksana&lt;br /&gt;Ciri tahapan: masa lansia dapat melihat ke belakang dengan rasa puas dan penerimaan hidup dan kematian.&lt;br /&gt;(Potter, 2005: 641-642)&lt;br /&gt;b. Teori Psikososial Freud  &lt;br /&gt;1) Oral- sensori (lahir sampai 12-18 bulan/ bayi)&lt;br /&gt;Ciri tahapan : aktivitas melibatkan mulut  seperti mengisap, menggigit dan mengunyah merupakan sumber utama kenikmatan.&lt;br /&gt;2) Anal-muskular (12-18 bulan sampai 3 tahun/masa toddler) &lt;br /&gt;Ciri tahapan: pemuasan kenikmatan sensual berasal dari retensi dan pengeluaran feses. Mengotori adalah aktivitas yang umum.&lt;br /&gt;3) Falik-lokomosi (3-6 tahun/ prasekolah)&lt;br /&gt;Ciri tahapan : manipulasi genetalia menghasilkan sensasi yang bisa menyenangkan. Masturbasi dimulai dan keingintahuan seksual menjadi terbukti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4) Latensi (6 tahun sampai pubertas/ masa sekolah)&lt;br /&gt;Ciri tahapan : ini adalah periode tenang yang Frued percaya pada saat ini kegiatan seksual tersebut tidur, bagaimanapun juga anak mungkin terikat dalam aktivitas erogenous dengan teman sebaya yang sama jenis kelaminnya.&lt;br /&gt;5) Genetalia (pubertas 4 dewasa/ remaja dan masa dewasa).&lt;br /&gt;Genetalia menjadi pusat dari tekanan dan kesenangan seksual. Produksi hormon seksual menstimulasi perkembangan hubungan heteroseksual.                                                       &lt;br /&gt;(Potter, 2005:641)  &lt;br /&gt;3. Ciri Pertumbuhan Perkembangan.&lt;br /&gt;Menurut Soetjningsih (2002) dalam Nursalam (2005:32), pada umumnya pertumbuhan mempunyai ciri tertentu yaitu : &lt;br /&gt;a. Perubahan proporsi tubuh yang dapat diamati pada masa bayi dan dewasa.&lt;br /&gt;b. Hilangnya ciri-ciri lama dan timbulnya ciri-ciri baru yang ditandai dengan lepasnya gigi susu dan timbulnya gigi permanen, hilangnya refleks primitif pada masa bayi, timbulnya tanda seks sekunder, dan perubahan lainnya.&lt;br /&gt;c. Kecepatan perumbuhan tidak teratur yang ditandai dengan adanya masa-masa tertentu, yaitu masa prenatal, bayi, dan adolesensi, di mana terjadi pertumbuhan cepat dan masa prasekolah dan masa sekolah, di mana pertumbuhan berlangsung lambat.&lt;br /&gt;Menurut Nursalam (2005:34), pada dasarnya tumbuh kembang mempunyai prinsip yang berlaku secara umum yaitu:&lt;br /&gt;a. Tumbuh kembang merupakan suatu proses terus-menerus dari konsepsi sampai dewasa.&lt;br /&gt;b. Pola tumbuh kembang pada semua anak umumnya sama, hanya kecepatannya dapat berbeda.&lt;br /&gt;c. Proses tumbuh kembang dimulai dari kepala ke seluruh anggota badan, misalnya mulai melihat, tersenyum, mengangkat badan, duduk, berdiri dan seterusnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-4983892850342881021?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/4983892850342881021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/04/konsep-tumbuh-kembang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/4983892850342881021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/4983892850342881021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/04/konsep-tumbuh-kembang.html' title='KONSEP TUMBUH KEMBANG'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-9190100668226336031</id><published>2010-04-16T02:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T02:22:18.880-07:00</updated><title type='text'>KONSEP DASAR NUTRISI</title><content type='html'>A. DEFINISI NUTRISI&lt;br /&gt;Menurut Mubarak (2006: 199), nutrisi adalah diet berimbang dengan memasukkan unsu makanan 4 sehat penting untuk mempunyai nutrisi baik, bahan begizi seperti: protein, mineral, kalsium dan vitamin harus tersedia dalam jumlah yang cukup yaitu hamper sama dengan kebutuhan gizi dari generasi yang lebih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KELOMPOK BAHAN MAKANAN&lt;br /&gt;Zat gizi digolongkan menjadi&lt;br /&gt;1. Kelompok bahan makanan sumber zat tenaga (hidrat, arang, protein, lemak)&lt;br /&gt;a. Padi-padian  : gandum, beras, jagung&lt;br /&gt;b. Umbi-umbian  : ubi,singkong, talas, geplak, kentang&lt;br /&gt;c. Gula   : gula, madu, dodol, manisan&lt;br /&gt;d. Lemak dan minyak : minyak sayur, lemak binatang, mentega&lt;br /&gt;e. Kacang dan biji-biian&lt;br /&gt;2. Kelompok bahan makanan: sumber zat pembangun&lt;br /&gt;Untuk pertumbuhan dan daya tahan tubuh terdiri dari protein. Protein terbagi menjadi dua yaitu&lt;br /&gt;a. Protein hewani, berasal dari hewan.&lt;br /&gt;Contoh: daging, ikan, kacang, telur, asama.&lt;br /&gt;b. Protein nabati, berasal dari tumbuh-tumbuhan&lt;br /&gt;Contoh: kacang tolo, kacang merah, kacang hijau.&lt;br /&gt;3. Kelompok makanan sumber zat pengatur (vitamin, mineral, air)&lt;br /&gt;a. Vitamin&lt;br /&gt;Adalah zat makanan yang digunakan untuk mempertahankan kesehatan tubuh.&lt;br /&gt;Beberapa fungsi dari vitamin&lt;br /&gt;1) Vitamin A : sebagai pertumbuhan&lt;br /&gt;2) Vitamin B : sebagai pengguanaan makanan oleh tubuh&lt;br /&gt;3) Vitamin C: sebagai pembentukan jaringan tertentu dan daya tahan tubuh&lt;br /&gt;4) Vitamin D : sebagai pembentukan tulang&lt;br /&gt;5) Vitamin K : sebagai pembekuan darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mineral&lt;br /&gt;Dibutuhkan tubuh sebagai zat pembangun dan zat pelindung. Garam dapur adalah semacam garam yang diperlukan tubuh, mineral lain yang penting oleh kesehatan dan kalsium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. CARA PEMBERIAN MAKAN SELAMA ANAK SEHAT-SAKIT&lt;br /&gt;1. Umur 0-4 bulan&lt;br /&gt;a. Berikan ASI sesuai keiunginan anak, minimal 8 kali sehari&lt;br /&gt;b. Jangan memberikan makanan/minuman selain ASI&lt;br /&gt;2. Umur 4-6 bulan&lt;br /&gt;a. Berikan ASI sesuai keinginan anak, minimal 8 kali sehari&lt;br /&gt;b. Beri makanan pendamping ASI 2 kali sehari, tiap kali 2 sendok makan&lt;br /&gt;c. Pemberian makanan pendamping ASI dilakukan setelah pemberian ASI&lt;br /&gt;d. Makanan pendamping ASI adalah bubur tim lumat ditambah kuning telur/ayam/ikan/tempe/tahu/sayuran&lt;br /&gt;3. Umur 6-12 bulan&lt;br /&gt;a. Berikan ASI sesuai keinginan anak&lt;br /&gt;b. Berikan bubur nasi ditambah kuning telur/ayam/ wortel/sayuran&lt;br /&gt;c. Makanan tersebut diberikan 3 kali sehari. Setiap kali makan diberikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Umur 6 bulan : 6 sendok makan&lt;br /&gt;2) Umur 7 bulan : 7 sendok makan&lt;br /&gt;3) Umur 8 bulan : 8 sendok makan&lt;br /&gt;4) Umur 9 bulan : 9 sendok makan&lt;br /&gt;5) Umur 10 bulan : 10 sendok makan&lt;br /&gt;6) Umur 11 bulan : 11 sendok makan&lt;br /&gt;d. Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan seperti: bubur kacang hijau, pisang, biscuit dll &lt;br /&gt;4. Umur 12-24 bulan&lt;br /&gt;a. Berikan ASI sesuai keinginan anak&lt;br /&gt;b. Berikan nasi lembik yang ditambah telur/ayam/ikan/sayuran&lt;br /&gt;c. Beri makan 3 kali sehari&lt;br /&gt;d. Berikan juga makanan selingan 2 kalki sehari diantara waktu makan &lt;br /&gt;5. Umur 2 tahun/lebih&lt;br /&gt;a. Beri makanan yang biasa dimakan keluarga 3 kali sehari&lt;br /&gt;b. Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. POLA PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI USIA 0-2 TAHUN&lt;br /&gt;Umur Macam makanan Pemberian dalam sehari&lt;br /&gt;0 s/d 4 bulan ASI Sekehendak&lt;br /&gt;4 s/d 6 bulan ASI&lt;br /&gt;Buah&lt;br /&gt;Bubur susu Sekehendak&lt;br /&gt;3 kali&lt;br /&gt;2 kali&lt;br /&gt;6 s/d 8 bulan ASI&lt;br /&gt;Buah&lt;br /&gt;Bubur susu Sekehendak&lt;br /&gt;1 kali&lt;br /&gt;2 kali&lt;br /&gt;8 s/d 10 bulan ASI&lt;br /&gt;Buah&lt;br /&gt;Bubur susu&lt;br /&gt;Nasi tim saring Sekehendak&lt;br /&gt;1 kali&lt;br /&gt;1 kali&lt;br /&gt;2 kali&lt;br /&gt;10 s/d 12 bulan ASI&lt;br /&gt;Buah&lt;br /&gt;Nasi tim saring/makanan seperti keluarga&lt;br /&gt; 1 kali&lt;br /&gt;2 kali&lt;br /&gt;3 kali&lt;br /&gt;12 s/d 24 bulan ASI&lt;br /&gt;Buah&lt;br /&gt;Makanan seperti keluarga&lt;br /&gt;Makanan kecil 2-3 kali&lt;br /&gt;1 kali&lt;br /&gt;3 kali&lt;br /&gt;1 kali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-9190100668226336031?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/9190100668226336031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/04/konsep-dasar-nutrisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/9190100668226336031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/9190100668226336031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/04/konsep-dasar-nutrisi.html' title='KONSEP DASAR NUTRISI'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-6301925636949317457</id><published>2010-04-16T02:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T02:21:15.287-07:00</updated><title type='text'>KONSEP DASAR LANSIA</title><content type='html'>1. Definisi Lansia&lt;br /&gt;Lansia menurut UU No. 4 tahun (1965) dalam Mubarak (2006: 181) adalah setelah yang bersangkutan mencapai umur 55 tahun, tidak mempunyai atau tidak berdaya mencari nafkah sendiri untuk keperluan hidupnya sehari- hari dan menerima nafkah dari orang lain.&lt;br /&gt;Menurut WHO dalam Wahyudi (2000: 15), meliputi :&lt;br /&gt;a. Usia pertengahan (middle age) : usia 45- 59 tahun.&lt;br /&gt;b. Lanjut usia (elderly)   : usia 60- 74 tahun.&lt;br /&gt;c. Lanjut usia tua (old)   : usia 75- 90 tahun.&lt;br /&gt;d. Usia sangat tua (very old)  : usia lebih dari 90 tahun.&lt;br /&gt;Menurut Setyonegoro dalam Wahyudi (2000: 15), lansia meliputi:&lt;br /&gt;a. Young old : antara 70- 75 tahun.&lt;br /&gt;b. Old  : antara 75- 80 tahun.&lt;br /&gt;c. Very old : antara lebih dari 80 tahun.&lt;br /&gt;2. Proses Menua&lt;br /&gt;Menurut Depkes RI (2001) dalam Maryam, dkk (2008: 32) penuaan adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindari, berjalan secara terus-menerus, dan berkesinambungan. Selanjutnya akan menyebabkan perubahan anatomis, fisiologis dan biokimia pada tubuh, sehingga akan mempengaruhi fungsi dan kemampuan  tubuh secara keseluruhan. Menurut Mubarak, dkk (2006: 182) proses menua merupakan proses alamiah setelah 3 tahap kehidupan yaitu masa anak, masa dewasa dan masa tua yang tidak dapat dihindari oleh setiap individu.&lt;br /&gt;3. Aspek-Aspek pada Penuaan&lt;br /&gt;Menurut Watson (2003: 4- 15), aspek pada penuaan meliputi:&lt;br /&gt;a. Aspek biologis pada penuaan&lt;br /&gt;1) Teori biologis tentang penuaan.&lt;br /&gt;a) Teori seluler.&lt;br /&gt;Sel diprogram hanya untuk membelah pada waktu yang terbatas.&lt;br /&gt;b) Sintesis protein.&lt;br /&gt;Akibat penuaan, protein tubuh terutama kolagen dan elastin menjadi kurang fleksibel dan kurang elastin.&lt;br /&gt;c) Keracunan O2.&lt;br /&gt;Kemampuan lansia untuk melawan efek racun O2 akan berkurang.&lt;br /&gt;d) Sistem imun.&lt;br /&gt;Kompetensi akan menurun dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan infeksi, penyakit autoimun dan kanker.&lt;br /&gt;2) Teori fisiologis. &lt;br /&gt;a) Sistem muskuloskeletal.&lt;br /&gt;Atropi otot, dekalsifikasi tulang, perubahan postural.&lt;br /&gt;b) Perubahan kardiopulmonal.&lt;br /&gt;Pembuluh darah kehilangan elastisitas, peningkatan nadi dan peningkatan tekanan darah.&lt;br /&gt;c) Sistem perkemihan.&lt;br /&gt;Kehilangan irama diurnal pada produksi urine dan penurunan filtrasi ginjal.&lt;br /&gt;d) Sistem pencernaan.&lt;br /&gt;Tidak ada perubahan yang signifikan.&lt;br /&gt;e) Sistem saraf.&lt;br /&gt;Kemunduran pendengaran dan penglihatan.&lt;br /&gt;f) Sistem endokrin.&lt;br /&gt;Kemunduran fungsi gonadotropin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Aspek psikologis pada penuaan.&lt;br /&gt;1) Teori aktivitas dan pelepasan.&lt;br /&gt;a) Teori aktivitas.&lt;br /&gt;Bahwa walaupun lansia pasti terbatas dari aktiviatas, tetapi mereka secara bertahan mengisi waktu luangnya dengan melakukan aktivitas lain sebagai kompensasi dan penyesuaian.&lt;br /&gt;b) Teori pelepasan.&lt;br /&gt;Bahwa penyesuaian di lansia merupakan suatu proses yang secara berangsur-angsur sengaja dilakukan mereka.&lt;br /&gt;2) Efek psikologis pada penuaan.&lt;br /&gt;a) Daya ingat menurun.&lt;br /&gt;b) Perubahan suasana hati yang membuat mudah sedih dan tersinggung.&lt;br /&gt;c) Mudah frustasi, merasa sepi.&lt;br /&gt;d) Takut kehilangan masa mandiri.&lt;br /&gt;4. Perubahan yang Terjadi Pada Lansia.&lt;br /&gt;Menurut Wahyudi (2000: 21- 28) perubahan yang terjadi pada lansia meliputi:&lt;br /&gt;a. Perubahan fisik.&lt;br /&gt;1) Sel.&lt;br /&gt;Lebih sedikit, lebih besar ukurannya, berkurangnya cairan tubuh.&lt;br /&gt;2) Sistem persyarafan.&lt;br /&gt;Berat otak menurun 10-20%, cepat menurunnya hubungan persyarafan, mengecilnya saraf panca indera.&lt;br /&gt;3) Sistem pendengaran.&lt;br /&gt;Gangguan pendengaran, otosklerosis, terjadi penumpukan serumen, terjadi peningkatan skeratin.&lt;br /&gt;4) Sistem penglihatan.&lt;br /&gt;Kornea berbentuk sferis (bola), lensa lebih suram, kurangnya lapang pandang, hilangnya daya akomodasi.&lt;br /&gt;5) Sistem kardiovaskuler.&lt;br /&gt;Elastisitas dinding aorta menurun, katub jantung menebal dan kaku, kemampuan jantung memompa darah menurun 1 % tiap tahun, tekanan darah meninggi.&lt;br /&gt;6) Sistem pengaturan temperature tubuh.&lt;br /&gt;Hipotermia, keterbatasan refleks menggigil.&lt;br /&gt;7) Sistem respirasi.&lt;br /&gt;Otot pernafasan kehilangan kekuatan dan kaku, menurunnya aktifitas silia, paru kehilangan elastisitasnya, O2 dalam arteri menurun menjadi 75 mmHg.&lt;br /&gt;8) Sistem gastrointestinal.&lt;br /&gt;Kehilangan gigi, indera pengecap menurun, esophagus melebar, rasa lapar menurun, peristaltik lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Sistem genitourinaria.&lt;br /&gt;Nefron menjadi atropi, fungsi tubulus berkurang, otot kandung kemih melemah, pembesaran prostat.&lt;br /&gt;10) Sistem endokrin.&lt;br /&gt;Hampir semua produksi hormon meningkat.&lt;br /&gt;11) Sistem kulit.&lt;br /&gt;Kulit mengerut, kasar, menurunnya respons trauma, kuku jari menjadi keras dan kaku, kuku kaki tumbuh secara berlebihan dan seperti tanduk.&lt;br /&gt;12) Sistem musculoskeletal.&lt;br /&gt;Kehilangan cairan dan makin rapuh, kifosis.&lt;br /&gt;b. Perubahan mental.&lt;br /&gt;Factor yang mempengaruhi perubahan mental adalah:&lt;br /&gt;1) Perubahan fisik khususnya organ perasa, kesehatan umum, tingkat pendidikan, keturunan dan lingkungan.&lt;br /&gt;2) Perubahan psikososial.&lt;br /&gt;a) Pensiun.&lt;br /&gt;b) Kehilangan financial, teman dan pekerjaan.&lt;br /&gt;c) Sadar akan perhatian (sense of awareness or mortality).&lt;br /&gt;d) Perubahan dalam taraf hidup.&lt;br /&gt;e) Ekonomi akibat pemberhentian dari jabatan.&lt;br /&gt;f) Gangguan saraf panca indera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Perkembangan spiritual&lt;br /&gt;Menurut Maslow (1970) dalam Wahyudi (2000: 29), agama makin terintegrasi dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;Menurut Muray dan Zentner (1970) dalam Wahyudi (2000: 29), lansia makin matur dalam kehidupan agamanya, hal ini terlibat dalam berfikir dan bertindak dalam sehari-hari.&lt;br /&gt;d. Askep pada lansia&lt;br /&gt;Menurut Wahyudi (2000: 59- 65), Askep pada lansia meliputi:&lt;br /&gt;1) Pendekatan perawatan lansia&lt;br /&gt;a) Pendekatan fisik &lt;br /&gt;b) Pendekatan psikis.&lt;br /&gt;c) Pendekatan sosial.&lt;br /&gt;d) Pendekatan spiritual.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Mubarak (2006: 208- 211) pengkajian meliputi:&lt;br /&gt;a) Fisik atau bilogis&lt;br /&gt;Dalam pengkajian fisik atau biologis ini dapat dilakukan dengan cara wawancara riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik.&lt;br /&gt;b) Psikologis&lt;br /&gt;Dilakukan saat berkomunikasi dengan pasien serta perubahan- perubahan yang perlu dikaji.&lt;br /&gt;c) Sosial ekonomi&lt;br /&gt;Yang perlu dikaji dalam pengkajian sosial ekonomi pada pasien tanyakan tentang bagaimanan lansia membina keakraban, organisasi, penghasilan dan lain- lain.&lt;br /&gt;d) Spiritual&lt;br /&gt;Berkaitan dengan agama yang dimiliki dan sejauh mana keyakinan tersebut dapt diterapkan. &lt;br /&gt;e) Kognitif&lt;br /&gt;Bagaimana kondisi lansia atau bagaimana daya ingat lansia apakah mengalami penurunan atau tidak dan sebagainya.&lt;br /&gt;f) Status mental&lt;br /&gt;Bagaimanan dengan kondisi status mental klien apakah lansia mudah tersinggung atau bagaimana dengan emosi lansia labil/ stabil.&lt;br /&gt;2) Diagnosa keperawatan &lt;br /&gt;a) Fisik/ psikologis meliputi gangguan nutrisi: kurang/ berlebihan b/d pemasukan yang tidak adekuat&lt;br /&gt;b) Psikososial meliputi isolasi b/d perasaan curiga &lt;br /&gt;c) Spiritual meliputi reaksi  berkabung b/d ditinggal pasangan &lt;br /&gt;3) Rencana keperawatan&lt;br /&gt;Tujuan tindakan keperawatan adalah:&lt;br /&gt;a) Pemenuhan kebutuhan nutrisi.&lt;br /&gt;b) Peningkatan keamanan dan keselamatan.&lt;br /&gt;c) Memelihara kesehatan diri.&lt;br /&gt;d) Memelihara keseimbangan istirahat.&lt;br /&gt;4) Tindakan keperawatan&lt;br /&gt;a) Tumbuhkan Bina Hubungan Saling Percaya.&lt;br /&gt;b) Cukup penerangan.&lt;br /&gt;c) Tingkatkan rangsangan panca indera.&lt;br /&gt;d) Latih daya orientasi nyata.&lt;br /&gt;e) Berikan perawatan pernafasan.&lt;br /&gt;f) Perawatan alat pencernaan, kulit, muskuloskeletal, genitourinaria .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-6301925636949317457?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/6301925636949317457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/04/konsep-dasar-lansia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/6301925636949317457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/6301925636949317457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/04/konsep-dasar-lansia.html' title='KONSEP DASAR LANSIA'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-8040240758845600021</id><published>2010-04-16T02:18:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T02:20:22.143-07:00</updated><title type='text'>KONSEP DASAR KELUARGA</title><content type='html'>1. Definisi Keluarga&lt;br /&gt;Menurut Sayekti (1994) dalam Setiadi (2008: 3) keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak, baik anaknya sendiri atau adopsi, dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.&lt;br /&gt;Menurut Murray dan Zentner (1997) dalam Achjar (2010: 2) keluarga adalah suatu sistem sosial yang berisi dua atau lebih orang yang hidup bersama yang mempunyai hubungan darah, perkawinan atau adopsi, atau tinggal bersama dan saling menguntungkan, mempunyai tujuan bersama, mempunyai generasi penerus, saling pengertian, dan saling menyayangi.&lt;br /&gt;Menurut Spredly dan Allender (1996) dalam Setyowati dan Murwani (2008: 24) keluarga adalah satu atau lebih individu yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan emosional dan mengembangkan dalam interelasi sosial, peran dan tugas.&lt;br /&gt;Menurut Maglaya dan Bailon (1989) dalam (1998) dalam Mubarak, dkk (2006: 255) keluarga adalah dua atau lebih dari individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan/pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di dalam perannya masing-masing, menciptakan serta mempertahankan kebudayaan.&lt;br /&gt;Menurut Departemen Kesehatan RI (1998) dalam Mubarak, dkk (2006: 255) keluarga adalah unit terkecil dari suatu masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal disuatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.&lt;br /&gt;Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah suatu kelompok atau unit terkecil yang mempunyai hubungan erat karena hubungan darah atau dengan cara perkawinan atau pengangkatan, yang didalam perannya masing-masing serta mempertahankan kebudayaan.  &lt;br /&gt;2. Karakteristik keluarga &lt;br /&gt;Karakteristik keluarga menurut Setyowati dan Murwani (2008: 25-26) adalah:&lt;br /&gt;a. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan perkawinan atau adopsi&lt;br /&gt;b. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain &lt;br /&gt;c. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing- masing mempunyai peran sosial: suami, istri, anak, kakak, adik.&lt;br /&gt;d. Mempunyai tujuan; (1) menciptakan dan mempertahankan budaya, (2) meningkatkan perkembangan fisik, psikologi dan sosial anggota.&lt;br /&gt;3. Tipe Keluarga&lt;br /&gt;Menurut Setiadi (2008: 4-6) tipe keluarga bergantung kepada konteks keilmuan dan orang yang mengelompokkan:&lt;br /&gt;a. Secara Tradisional: &lt;br /&gt;Secara tradisional keluarga dikelompokkan menjadi 2, yaitu:&lt;br /&gt;1) Keluarga Inti (Nuclear Family) adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang diperoleh dari keturunannya atau adopsi atau keduanya.&lt;br /&gt;2) Keluarga Besar (Extended Family) adalah keluaga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi).&lt;br /&gt;b. Secara Moderen (berkembangnya peran individu dan meningkatnya rasa individualisme maka pengelompokan tipe keluarga selain diatas adalah:&lt;br /&gt;1) Tradisional Nuclear&lt;br /&gt;Keluarga inti (ayah, ibu, dan anak) tinggal dalam satu rumah ditetapkan oleh sanksi-sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan, satu atau keduanyadapat bekerja di luar rumah.&lt;br /&gt;2) Reconstituted Nuclear&lt;br /&gt;Pembentukan baru dari keluarga inti melalui perkawinan kembali suami/istri, tinggal dalam suatu ikatan perkawinan  lamanya maupun hasil dari perkawinan baru,satu/atau keduanya  dapat bekerja diluar rumah &lt;br /&gt;3) Niddle Age/Aging Couple&lt;br /&gt;Suami sebagai pencari uang,istri dirumah/atau kedua-duanya bekerja di rumah, anak-anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah/perkawinan/meniti karier.&lt;br /&gt;4) Dyadic Nuclear&lt;br /&gt;Suami istri yang sudah beruur dan tidak mempunyai anak yang keduanya atau salah satu bekerja di luar rumah.&lt;br /&gt;5) Single Parent&lt;br /&gt;Satu orang tua sebagai akibat perceraian atau kematian pasangannya dan anak-anaknya dapat tinggal di rumah atau di luar rumah.&lt;br /&gt;6) Dual Carrier, suami istri atau keduanya orang karier dan tanpa anak.&lt;br /&gt;7) Commuter Married, suami istri atau keduanya orang karier dan tinggal terpisah pada jarak tertentu. Keduanya saling mencari pada waktu-waktu tertentu.&lt;br /&gt;8) Single Adult, wanita aatau pria dewasa yang tinggal sendiri dengan tidak adanya keinginan untuk kawin.&lt;br /&gt;9) Three Generation, tiga generasi atau lebih tinggal dalam satu rumah.&lt;br /&gt;10) Institusional, anak-anak atau orang-orang dewasa tinggal dalam suatu panti-panti.&lt;br /&gt;11) Comunal, satu rumah terdiri dari dua atau lebih pasangan yang monogamy dengan anak-anaknya dan bersama-sama dalam penyediaan fasilitas.&lt;br /&gt;12) Group Marriage, satu perumahan terdiri dari orang tua dan keturunannya di dalam satu kesatuan keluarga dan tiap individu adalah kawin dengan yang lain dan semua adalah orang tua dari anak-anak.&lt;br /&gt;13) Unmaried Parent and Child, ibu dan anak dimana perkawinan tidak dikehendaki anaknya diadopsi.&lt;br /&gt;14) Cohibing Coiple, dua orang atau satu pasangan yang tinggal bersama tanpa kawin.&lt;br /&gt;4. Struktur Keluarga &lt;br /&gt;Menurut Setiadi (2008: 6-7) struktur keluarga menggambarkan bagaimana keluarga melaksanakan fungsi keluarga di masyarakat. Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;a. Patrilineal &lt;br /&gt;Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.&lt;br /&gt;b. Matrilineal&lt;br /&gt;Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.&lt;br /&gt;c. Matrilokal&lt;br /&gt;Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.&lt;br /&gt;d. Patrilokal&lt;br /&gt;Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.&lt;br /&gt;e. Keluarga Kawin&lt;br /&gt;Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, ada beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.&lt;br /&gt;5. Fungsi keluarga&lt;br /&gt;Secara umum fungsi keluarga menurut Friedman (1998) dalam Setiadi (2008: 7), adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;a. Fungsi afektif (the affective function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuat untuk mempersiapkan anggota keluarga berdampingan dengan orang lain.&lt;br /&gt;b. Fungsi sosialisasi dan tempat bersosialisasi (Sociallization and social placement function) adalah fungsi mengembangkan dari tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berdampingan dengan orang lain di luar rumah.&lt;br /&gt;c. Fungsi reproduksi (the reproduction function), yaitu keluarga berfungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.&lt;br /&gt;d. Fungsi ekonomi (the economic function), yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.&lt;br /&gt;e. Fungsi perawatan/pemeliharaan kesehatan (the health care function) yaitu fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap mempunyai produktivitas tinggi.&lt;br /&gt;Menurut Setyowati dan Murwani (2008: 29) ada juga fungsi keluarga yang berhubungan dengan struktur, yaitu:&lt;br /&gt;a. Struktur legalisasi&lt;br /&gt;Masing-masing keluarga mempunyai hak yang sama dalam menyampaikan pendapat (demokrasi).&lt;br /&gt;b. Struktur yang hangat, menerima, toleransi.&lt;br /&gt;c. Struktur yang terbuka dan anggota keluarga yang terbuka: mendorong kebenaran dan kejujuran (honesty dan  autheticity).&lt;br /&gt;d. Struktur: suka melawan dan tergantung pada peraturan.&lt;br /&gt;e. Struktur yang bebas: tidak ada peraturan yang memaksa (permissiveness).&lt;br /&gt;f. Struktur yang kasar: abuse (menyikasa, sukar berteman).&lt;br /&gt;g. Suasana emosi yang dingin (isolasi, sukar berteman).&lt;br /&gt;h. Disorganisasi keluarga (disfungsi individu, stress eosional).&lt;br /&gt;6. Tahapan dan Tugas Perkembangan Keluarga&lt;br /&gt;Menurut Achjar (2010: 6) perawat keluarga perlu mengetahui tahapan dan tugas perkembangan keluarga, untuk memberikan pedoman dalam menganalisis pertumbuhan dan kebutuhan promosi kesehatahn keluarga serta untuk memberikan dukungan pada keluarga untuk kemajuan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Tahap perkembangan keluarga menurut Duvall dan Miller (1985); Carter dan Mc Goldrick (1988) dalam Achjar (2010: 6-7), mempunyai tugas perkembangan yang berbeda, seperti:&lt;br /&gt;a. Tahap I, keluarga pemula atau pasangan baru&lt;br /&gt;Tugas perkembangan keluarga pemula antara lain membina hubungan yang harmonis dan kepuasan bersama dengan membangun perkawinan yang saling memuaskan, membina hubungan dengan orang lain dengan menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis, merencanakan kehamilan dan mempersiapkan diri menjadi orang tua.&lt;br /&gt;b. Tahap II, keluarga sedang mengasuh anak (anak terrtua bayi sampai umur 30 bulan)&lt;br /&gt;Tugas perkembangan keluarga pada tahap II yaitumembentuk keluarga muda sebagai sebuah unit, mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan, memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan menambahkan peran orang tua kakek dan nenek dan mensosialisasikan dengan lingkungan keluargabesar masing-masing pasangan.&lt;br /&gt;c. Tahap III, keluarga dengan anak usia pra sekolah (anak tertua berumur 2-6 tahun)&lt;br /&gt;Tugas perkembangan keluarga pada tahap III yaitu memenuhi kebutuhan anggota keluarga, mensosialisasikan anak, mengintegrasikan anak yang barusementara tetap memenuhi kebutuhan anak yang lainnya, mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga dan luar keluarga, menanamkan nilai dan norma kehidupan, mulai mengenalkan kultur keluarga, menanamkan keyakinan beragama, memenuhi kebutuhan bermain anak.&lt;br /&gt;d. Tahap IV, keluarga dengan anak usia sekolah (anak tertua usia 6-13 tahun)&lt;br /&gt;Tugas perkembangan keluarga pada tahap IV yaitu mensosialisasikan anak termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan teman sebaya, mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan, memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga, membiasakan belajar teratur, memperhatikan anak saat menyelesaikan tugas sekolah.&lt;br /&gt;e. Tahap V, keluarga dengan anak remaja (anak tertua umur 13-20 tahun)&lt;br /&gt;Tugas perkembangan keluarga pada tahap V yaitu menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja menjadi dewasa dan mandiri, memfokuskan kembali hubungan perkawinan, berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak-anak, memberikan perhatian,, memberikan kebebasan dalam batasan tanggung jawab, mempertahankan komunikasi terbuka dua arah.&lt;br /&gt;f. Tahap VI, keluarga yang melepas anak usia dewasa muda (mencakup anak pertama sampai anak terakhir yang meninggalkan rumah)&lt;br /&gt;Tugas perkembangan keluarga pada tahap VI yaitu memperluas siklus keluarga dengan memasukkan anggota keluarga baru yang didapat melalui perkawinan anak-anak, melanjutkan untuk memperbaharui hubungan perkawinan, membantu orang tua lanjut usia dan sakit sakitan dari suami maupun istri, membantu anak mandiri, mempertahankan komunikasi, memperluas hubungan keluarga antara orang tua dan menantu, menata kembali peran dan fungsi keluarga setelah ditinggalkan anak.&lt;br /&gt;g. Tahap VII, orang tua usia pertengahan (tanpa jabatan, pensiun)&lt;br /&gt;Tugas perkembangan keluarga pada tahap VII yaitu menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan, mempertahankan hubungan yag memuaskan dan penuh arti para orang tua dan lansia, memperkokoh hubungan perkawinan, menjaga keintiman, merencanakan kegiatan yang akan datang, memperhatikakn kesehatan masing-masing pasangan, tetap  komunikasi menjaga dengan anak-anak.&lt;br /&gt;h. Tahap VIII, keluarga dalam masa pensiun dan lansia.&lt;br /&gt;Tugas perkembangan keluarga pada tahap VIII yaitu mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan, menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun, mempertahankan hubungan perkawinan, menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan, mempertahankan ikatan keluarga antar generasi, meneruskan untuk memahami eksistensi mereka, saling memberi perhatian yang menyenangkan antar pasangan, merencanakan kegiatan untuk mengisi waktu tua seperti berolahraga, berkebun, mengasuh cucu.&lt;br /&gt;7. Tugas keluarga di bidang kesehatan&lt;br /&gt;Tugas keluarga menurut Mubarak, dkk (2006), adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;a. Mengenal masalah kesehatan keluarga&lt;br /&gt;Keluarga perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-peruahan yang dialami anggota keluarga, kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti.&lt;br /&gt;b. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat&lt;br /&gt;tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, tindakan yang dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan dapat dikurangi bahkan diatasi.&lt;br /&gt;c. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit&lt;br /&gt;Anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan perlu memperoleh perawatan keluarga agar masalah yang lebih parah tidak terjadi.&lt;br /&gt;d. Mempertahankan suasana rumah yang sehat&lt;br /&gt;Kondisi rumah haruslah dapat menjadikan lambang kesenangan, keindahan, dan ketentraman serta dapat menunjang derajat kesehatan bagi anggota keluarga&lt;br /&gt;e. Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di masyaraka&lt;br /&gt;Keluarga atau anggota keluarga harus dapat memanfaatkan sumber fasilitas kesehatan yang ada di sekitar agar apabila mengalami masalah dengan penyakit keluarga dapat berkonsultasi dan meminta bantuan.&lt;br /&gt;8. Konsep Keperawatan keluarga &lt;br /&gt;a. Definisi &lt;br /&gt;Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, yang berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat, baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia (Setiadi, 2008: 25-26). Perawatan kesehatan keluarga adalah perawatan kesehatan yang ditujukan atau dipusatkan pada keluarga sebagai unit atau satu kesatuan yang dirawat, dengan sehat sebagai tujuannya yang dilakukan oleh seorang perawat yang profesional dengan proses keperawatan yang berpedoman pada standart praktik keperawatan dengan berlandaskan etik dan etika keperawatan dalam lingkup dan wewenang serta tanggung jawab keperawatan (Setiadi, 2008: 26). Sedangkan menurut Setyowati dan Murwani (2008: 75) asuhan keperawatan keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan yang diberikan melalui praktik keperawatan kepada keluarga, untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan keluarga tersebut dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.&lt;br /&gt;b. Tujuan &lt;br /&gt;Menurut Setyowati dan Murwani (2008: 75) tujuan keperawatan keluarga terdiri dari:&lt;br /&gt;1) Tujuan umum&lt;br /&gt;Ditingkatkannya kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri&lt;br /&gt;2) Tujuan khusus &lt;br /&gt;a) Mengenal masalah kesehatan keluarga&lt;br /&gt;b) Memutuskan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan keluarga &lt;br /&gt;c) Melakukan tindakan keperawatan kesehatan kepada anggota keluarga yang sakit, mempunyai gangguan fungsi tubuh dan atau yang membutuhkan bantuan atau asuhan keperawatan&lt;br /&gt;d) Memelihara lingkungan (fisik, psikis dan sosial) sehingga dapat menunjang peningkatan kesehatan keluarga &lt;br /&gt;e) Memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat misalnya: puskesmas, puskesmas pembantu, kartu sehat dan posyandu untuk memperoleh pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;c. Sasaran&lt;br /&gt;Menurut Setyowati dan Murwani (2008: 75) sasaran dari asuhan keperawatan keluarga adalah keluarga- keluarga yang rawan kesehatan yaitu: keluarga yang mempunyai masalah kesehatan atau yang beresiko terhadap timbulnya masalah kesehatan.&lt;br /&gt;d. Tahapan dari proses keperawatan keluarga&lt;br /&gt;Tahap-tahap proses keperawatan keluarga menurut Setyowati dan Murwani (2008: 75) adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1) Pengkajian keluarga dan individu didalam keluarga.  Yang termasuk pada pengkajian keluarga adalah:&lt;br /&gt;a) Mengidentifikasi data demografi dan sosio cultural&lt;br /&gt;b) Data lingkungan &lt;br /&gt;c) Struktur dan fungi keluarga&lt;br /&gt;d) Stress dan strategi koping yang digunakan keluarga &lt;br /&gt;e) Perkembangan keluarga&lt;br /&gt;Sedangkan yang termasuk pada pengkajian terhadap individu sebagai anggota keluarga adalah:&lt;br /&gt;a) Fisik &lt;br /&gt;b) Mental &lt;br /&gt;c) Emosi&lt;br /&gt;d) Sosial&lt;br /&gt;e) Spiritual&lt;br /&gt;2) Perumusan diagnosis keperawatan&lt;br /&gt;3) Penyusunan perencanaan&lt;br /&gt;Perencanaan disusun dengan menyusun priotas menetapkan tujuan, identifikasi sumber daya keluarga dan menyeleksi intervensi keperawatan&lt;br /&gt;4) Pelaksanaan asuhan keperawatan&lt;br /&gt;Perencanaan yang sudah disusun dilaksanakan dengan memobilisasi sumber- sumber daya yang ada di keluarga, masyarakat dan pemerintah&lt;br /&gt;5) Evaluasi &lt;br /&gt;Pada tahapan evaluasi, perawat melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.&lt;br /&gt;e. Peran Perawat dalam Asuhan Keperawatan Keluarga&lt;br /&gt;Menurut Setiadi (2008: 27-28) dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga, ada beberapa peranan yang dapat dilakukan oleh perawat antara lain adalah:&lt;br /&gt;1) Pengenal kesehatan  (health monitor)&lt;br /&gt;Perawat membantu keluarga untuk mengenal penyimpangan dari keadaan normal tentang kesehatannya dengan menganalisa data secara objektif serta membuat keluarga sadar akan akibat masalah tersebut dalam perkembangan keluarga.&lt;br /&gt;2) Pemberi pelayanan pada anggota keluarga yang sakit.&lt;br /&gt;3) Kooordinator pelayanan kesehatan dan keperawatan kesehatan keluarga, yaitu berperan dalam mengkoordinir pelayanan kesehatan keluarga baik secara berkelompok maupun individu.&lt;br /&gt;4) Fasilitator, yaitu dengan cara menjadikan pelayanan kesehatan itu mudah dijangkau oleh keluarga dan membantu mencarikan jalan pemecahannya.&lt;br /&gt;5) Pendidik kesehatan, yaitu untuk merubah perilaku keluarga dari perilaku tidak sehat menjadi perilaku sehat.&lt;br /&gt;6) Penyuluh dan konsultan yang berperan dalam memberikan petunjuk tentang asuhan keperawatan dasar dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achjar, Komang Ayu Henny. (2010). Asuhan Keperawatan Keluarga; Bagi Mahasiswa Keperawatan dan Praktisi Perawat Perkesmas. Jakarta: Sagung Seto&lt;br /&gt;Mubarak, Wahit Iqbal dkk. (2006). Ilmu Keperawatan Komunitas 2. Jakarta: Sagung Seto&lt;br /&gt;Setiadi. (2008). Konsep dan Proses Keperawatan keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu&lt;br /&gt;Setyowati, Sri dan Arita Murwani. (2008). Asuhan Keperawatan Keluarga; Konsep dan Aplikasi Kasus. Yogyakarta:Mitra Cendikia Press&lt;br /&gt;Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga; Aplikasi dalam Praktik. Jakarta; EGC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-8040240758845600021?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/8040240758845600021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/04/konsep-dasar-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/8040240758845600021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/8040240758845600021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/04/konsep-dasar-keluarga.html' title='KONSEP DASAR KELUARGA'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-858228489446698206</id><published>2010-04-08T10:53:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T11:01:13.975-07:00</updated><title type='text'>Download Avira 10 + license, Gratis 90 hari</title><content type='html'>Perawat atau mahasiswa perawat walaupun sudah sering tahu vaksin masih perlu antivirus juga ya,,.. Soalnya virus yang ini beda, virus ini seperti kita ketahui tidak menyerang manusia, tetapi menyerang sistem komputer. Oleh karena itu vaksin biasa tidak bisa menanggulanginya. he he ...&lt;br /&gt;to the point aja ya. kita bicara tentang antivirus dulu, antivirus yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua, yaitu Avira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuan antivirus Avira yang membuat antivir ini menduduki peringkat nomor satu penghancur virus terutama dalam kegratisannya bersama dengan AVG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Avira hadir dengan versi lebih tinggi, yaitu versi 10. Lebih special lagi, antivir ini menawarkan free download untuk paket Premium Security Suite versi 10 yang biasanya tidak gratis. Tapi karena ingin menancapkan kukunya menjadi peringkat nomor wahid, kini mereka menawarkan paket ini gratis selama 90 hari. &lt;br /&gt;Berikut ini fitur Avira 10 Premuim Security Suite:&lt;br /&gt;* AntiVir – stops all types of viruses.&lt;br /&gt;* AntiAd/Spyware – eliminates ad/spyware.&lt;br /&gt;* AntiPhishing – proactive protection against phising.&lt;br /&gt;* AntiRootkit – against hidden rootkit threats.&lt;br /&gt;* AntiDrive-by – prevents against downloading viruses when surfing.&lt;br /&gt;* EmailScannerEnhanced – email protection.&lt;br /&gt;* WebGuard – protection against malicious websites.&lt;br /&gt;* RescueSystem – create a bootable rescue CD.&lt;br /&gt;* QuickRemoval – eliminate viruses at the push of a button.&lt;br /&gt;* NetbookSupport – for laptops with low resolution.&lt;br /&gt;* AHeADTechnology – detects even unknown viruses by their profiles.&lt;br /&gt;* AntiVirProActiv – detects unknown viruses by their behavior patterns.&lt;br /&gt;* GenericRepair – automatic repair of your PC.&lt;br /&gt;* ExpressInstallation – install Avira in just 5 clicks.&lt;br /&gt;* AviraSupport – there for you in person when questions arise.&lt;br /&gt;* AntiBot – prevents dangerous bot networks.&lt;br /&gt;* BackupSystem – configurable data backup solution.&lt;br /&gt;* AntiSpam – filters out unwanted emails.&lt;br /&gt;* FireWall – protection against hackers.&lt;br /&gt;* GameMode – uninterrupted game play.&lt;br /&gt;* ParentalControl – block websites unsuitable for children.&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan download avira 10 gratis, berikut ini yg mesti kamu lakukan. Silahkan kunjungi &lt;a href="https://license.avira.com/en/promotion-hylm9fbv7chaxs8zbl83"&gt;https://license.avira.com/en/promotion-hylm9fbv7chaxs8zbl83&lt;/a&gt;, isi form dengan jelas. Lalu “Request License Now” lalu pilih “License Overview” untuk dapatin license file hbedv.key.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download installer di &lt;a href="http://dlpe.antivir.com/package/wks_avira/win32/en/isec/avira_premium_security_suite_en.exe"&gt;avira_premium_security_suite_en.exe.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada installation wizard, click “‘I already have hbedv.key License file’” dan fungsikan file hbedv.key yg telah tersimpan di komputermu utk merasakanAvira versi 10 gratis. Nah, itulah cara untuk merasakan free Avira Premium Security Suite versi 10 setidaknya selama 90 hari. &lt;br /&gt;sekian dulu, mudah-mudahan bermanfaat. vaksin komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diambil dari http://www.speedytown.com/kimyong&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-858228489446698206?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/858228489446698206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/04/download-avira-10-license-gratis-90.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/858228489446698206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/858228489446698206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/04/download-avira-10-license-gratis-90.html' title='Download Avira 10 + license, Gratis 90 hari'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-8725198820886532107</id><published>2010-03-08T07:55:00.000-08:00</published><updated>2010-07-10T01:35:53.290-07:00</updated><title type='text'>Bisnis Tanpa Modal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S5UfCOvqBRI/AAAAAAAAABA/l2oNsSFDwJk/s1600-h/2MO2Banner.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 54px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S5UfCOvqBRI/AAAAAAAAABA/l2oNsSFDwJk/s320/2MO2Banner.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446293447552664850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sering kecewa, atau masih mencari-cari dan mencoba-coba berbagai Internet Bisnis yang tidak jelas dan minim hasilnya. MUNGKIN INILAH SOLUSI yang ANDA CARI..&lt;br /&gt;sebuah bisnis online dengan hasil yang mengagumkan, sistem yang sangat cerdas, simpel, efektif, dan yang jelas tanpa perlu keluar modal sepeser pun alias gratis 100%.&lt;br /&gt;saya tidak akan berbicara panjang lebar, langsung saja saya tunjukkan tempatnya. mudah-mudahan ini bisa mengubah hidup kita menjadi lebih baik. silakan klik &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://www.bagja.com/?id=quantum"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Promosi&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.muktiplaza.com"&gt;Iklan Baris Gratis &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Pasang Iklan Baris Otomatis Tersebar Hingga 10 &lt;br /&gt;level&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-8725198820886532107?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/8725198820886532107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/03/bisnis-tanpa-modal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/8725198820886532107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/8725198820886532107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/03/bisnis-tanpa-modal.html' title='Bisnis Tanpa Modal'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S5UfCOvqBRI/AAAAAAAAABA/l2oNsSFDwJk/s72-c/2MO2Banner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-8908388719349664141</id><published>2010-02-24T22:55:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T22:57:21.766-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S4YfJTQl-NI/AAAAAAAAAA4/6Zr_a9vJPzM/s1600-h/noviarta+back+to+nogosaren2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 86px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S4YfJTQl-NI/AAAAAAAAAA4/6Zr_a9vJPzM/s320/noviarta+back+to+nogosaren2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442071444372977874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-8908388719349664141?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/8908388719349664141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/02/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/8908388719349664141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/8908388719349664141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/02/blog-post.html' title=''/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S4YfJTQl-NI/AAAAAAAAAA4/6Zr_a9vJPzM/s72-c/noviarta+back+to+nogosaren2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-8460711688193490187</id><published>2010-02-23T02:44:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T23:27:54.776-08:00</updated><title type='text'>KEPERAWATAN KELUARGA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KONSEP KELUARGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGERTIAN&lt;br /&gt;Menurut Friedman (1998) dalam Setiawati (2008), keluarga adalah satu kesatuan dari terikat dalam perkawinan, ada hubungan darah, perkawinan, atau adopsi.Dan menurut Suprajitno (2004), keluarga adalah terdapatnya ikatan perkawinan dan hubungan darah yang tinggal bersama dalam satu atap dengan peran masing-masing serta keterikatan dan tinggal disuatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan dan terorganisasi serta mempunyai tujuan dibawah asuhan kepala keluarga.&lt;br /&gt;B. STRUKTUR KELUARGA&lt;br /&gt;Menurut Effendy (1998) dalam Mubarok (2006), struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam,diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Patrilineal&lt;br /&gt;Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui garis ayah&lt;br /&gt;2. Matrilineal&lt;br /&gt;Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dmana hubungan itu disusun melalui garis ibu&lt;br /&gt;3. Matrilokal&lt;br /&gt;Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri &lt;br /&gt;4. Patrilokal&lt;br /&gt;Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami&lt;br /&gt;5. Keluarga kawin&lt;br /&gt;Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa  sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami istri.&lt;br /&gt;C. TIPE KELUARGA&lt;br /&gt;Menurut Setiadi (2008), tipe keluarga dikelompokkan menjadi 2, yaitu pengelompokkan secara tradisional dan modern.&lt;br /&gt;1.  Secara tradisional&lt;br /&gt;a. Keluarga Inti (Nuclear Family) adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan   anak yang diperoleh  dari keturunannya atau adopsi atau keluarga&lt;br /&gt;b. Keluarga Besar Extended Family) adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi).&lt;br /&gt;2.  Secara modern&lt;br /&gt;a. Traditional Nuclear&lt;br /&gt;Keluarga inti (ayah, ibu, dan anak) tinggal dalam 1 rumah ditetapkan oleh sanksi-sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan, satu atau keluarga dapat bekerja diluar rumah&lt;br /&gt;b. Reconstituted Nuclear&lt;br /&gt;Pembentukan baru dari keluarga inti melalui perkawinan kembali suami/istri, tinggal dalam suatu ikatan perkawinan  lamanya maupun hasil dari perkawinan baru,satu/atau keduanya  dapat bekerja diluar rumah &lt;br /&gt;c. Niddle Age/Aging Couple&lt;br /&gt;Suami sebagai pencari uang,istri dirumah/atau kedua-duanya bekerja di rumah, anak-anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah/perkawinan/meniti karier.&lt;br /&gt;d. Dyadic Nuclear&lt;br /&gt;Suami istri yang sudah beruur dan tidak mempunyai anak yang keduanya atau salah satu bekerja di luar rumah.&lt;br /&gt;e. Single Parent&lt;br /&gt;Satu orang tua sebagai akibat perceraian atau kematian pasangannya dan anak-anaknya dapat tinggal di rumah atau di luar rumah.&lt;br /&gt;f. Dual Carrier, suami istri atau keduanya orang karier dan tanpa anak.&lt;br /&gt;g. Commuter Married, suami istri atau keduanya orang karier dan tinggal terpisah pada jarak tertentu. Keduanya saling mencari pada waktu-waktu tertentu.&lt;br /&gt;h. Single Adult, wanita aatau pria dewasa yang tinggal sendiri dengan tidak adanya keinginan untuk kawin.&lt;br /&gt;i. Three Generation, tiga generasi atau lebih tinggal dalam satu rumah.&lt;br /&gt;j. Institusional, anak-anak atau orang-orang dewasa tinggal dalam suatu panti-panti.&lt;br /&gt;k. Comunal, satu rumah terdiri dari dua atau lebih pasangan yang monogamy dengan anak-anaknya dan bersama-sama dalam penyediaan fasilitas.&lt;br /&gt;l. Group Marriage, satu perumahan terdiri dari orang tua dan keturunannya di dalam satu kesatuan keluarga dan tiap individu adalah kawin dengan yang lain dan semua adalah orang tua dari anak-anak.&lt;br /&gt;m. Unmaried Parent and Child, ibu dan anak dimana perkawinan tidak dikehendaki anaknya diadopsi.&lt;br /&gt;n. Cohibing Coiple, dua orang atau satu pasangan yang tinggal bersama tanpa kawin.&lt;br /&gt;D. PERAN KELUARGA&lt;br /&gt;Menurut Effendy (1998), peranan dalam keluarga adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Peranan ayah: sebagai suami dari istri, ayah dari  anak, sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung, dan pemberi rasa aman, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.&lt;br /&gt;2. Peranan ibu: sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, mengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik anaknya, perlindungan dan salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarga.&lt;br /&gt;3. Peranan anak: anak melaksanakan peranan psikosoial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, dan spiritual.&lt;br /&gt;E. FUNGSI KELUARGA&lt;br /&gt;Secara umum fungsi keluarga menurut Friedman (1998) dalam Suprajitno (2004), adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Fungsi afektif (the affective function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuat untuk mempersiapkan anggota keluarga berdampingan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga.&lt;br /&gt;2. Fungsi sosialisasi dan tempat bersosialisasi (Sociallization and social placement function) adalah fungsi mengembangkan dari tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berdampingan dengan orang lain di luar rumah.&lt;br /&gt;3. Fungsi reproduksi (the reproduction function), yaitu keluarga berfungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.&lt;br /&gt;4. Fungsi ekonomi (the economic function), yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.&lt;br /&gt;F. TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN KELUARGA&lt;br /&gt;Tahapan kehidupan keluarga menurut Dovall dalam Effendy (1998) adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;Tahap pembentukan keluarga, tahap ini dimulai dari pernikahan yang dilanjutkan membentuk rumah tangga.&lt;br /&gt;1. Tahap menjelang kelahiran anak, tugas keluarga yang utama adalah mendapat keturunan sebagai generasi penerus, melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi keluarga yang merupakan saat-saat yang sangat dinantikan.&lt;br /&gt;2. Tahap menghadapi bayi, dalam hal ini keluarga mengasuh, mendidik, dan memberikan kasih saying kepada anak, karena pada tahap ini bagi kehidupannya sangat tergantung pada kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;3. Tahap menghadapi anak pra sekolah, pada tahap ini anak sudah mulai mengenal kehidupan sosialnya, sudah mulai bergaul dengan teman sebayanya tetapi sangat rawan dalam masalah kesehatan.&lt;br /&gt;4. Tahap menghadapi anak sekolah, dalam tahap ini tugas keluarga adalah mendidik anak, mengajari anak untuk mempersiapkan masa depannya. Membiasakan anak belajar secara teratur, mengontrol tugas-tugas anak sekolah dan meningkatkan pengetahuan umum anak.&lt;br /&gt;5. Tahap menghadapi anak remaja, tahap ini adalah tahap yang paling rawan Karena dalam tahap ini anak akan mencari identitas diri dalam membentuk kepribadiannya. Oleh karena itu suritauladan dari kedua orang tua sangat diperlukan.&lt;br /&gt;6. Tahap melepaskan anak ke masyarakat, setelah mulai tahap remaja dan anak telah menyelesaikan pendidikannya maka tahap selanjutnya adalah melepaskan anak ke masyarakat dalam memulai kehidupan yang sesungguhnya, dalam tahap ini anak akan memulai kehidupan berumah tangga&lt;br /&gt;7. Tahap berdua kembali, setelah anak besar dan menempuh kehidupan sendiri tinggallah suami dan istri berdua saja. Dalam tahap ini keluarga akan merasa sepi dan bila tidak menerima kenyataan akan menimbulkan depresi dan stress.&lt;br /&gt;8. Tahap masa tua, tahap ini masuk ke tahap lansia dan kedua orang tua mempersiapkan diri untuk meningggal duania yang fana ini.&lt;br /&gt;G. TUGAS KELUARGA&lt;br /&gt;Tugas keluarga menurut Mubarok (2006), adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Mengenal masalah kesehatan keluarga&lt;br /&gt;Keluarga perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-peruahan yang dialami anggota keluarga, kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti.&lt;br /&gt;2. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat&lt;br /&gt;tugas ini merupakan upay akeluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, tindakan yang dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan dapat dikurangi bahkan diatasi.&lt;br /&gt;3. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit&lt;br /&gt;Anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan perlu memperoleh perawatan keluarga agar masalah yang lebih parah tidak terjadi.&lt;br /&gt;4. Mempertahankan suasana rumah yang sehat&lt;br /&gt;Kondisi rumah haruslah dapat menjadikan lambang kesenangan, keindahan, dan ketentraman serta dapat menunjang derajat kesehatan bagi anggota keluarga&lt;br /&gt;5. Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di masyaraka&lt;br /&gt;Keluarga atau anggota keluarga harus dapat memanfaatkan sumber fasilitas kesehatan yang ada di sekitar agar apabila mengalami masalah dengan penyakit keluarga dapat berkonsultasi dan meminta bantuan.&lt;br /&gt;H. TANGGUNG JAWAB PERAWAT&lt;br /&gt;Menurut Mubarok (2006), tanggung jawab perawat dalam pemberian asuhan keperawatan keluarga yaitu:&lt;br /&gt;1. Memberikan pelayan secara langsung &lt;br /&gt;2. Dokumentasi&lt;br /&gt;3. Koordonasi antara pelayanan dan manajemen kasus&lt;br /&gt;4. Menentuka frekuensi dan lamanya perawatan&lt;br /&gt;5. Advokasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-8460711688193490187?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/8460711688193490187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/12/keperawatan-keluarga_09.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/8460711688193490187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/8460711688193490187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/12/keperawatan-keluarga_09.html' title='KEPERAWATAN KELUARGA'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-6546222077062189402</id><published>2010-02-19T05:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T05:22:02.078-08:00</updated><title type='text'>FUNNY IMAGES</title><content type='html'>&lt;a href="http://mnsls.com/" title="Funny Myspace Comments"&gt;&lt;img src="http://i.mnsls.com/249/24968.gif" alt="Funny Myspace Comments" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://mnsls.com/funny-24968.html" title="Funny Myspace Comments"&gt;MyNiceProfile.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-6546222077062189402?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/6546222077062189402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/02/funny-images.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/6546222077062189402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/6546222077062189402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/02/funny-images.html' title='FUNNY IMAGES'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-5402274879355284698</id><published>2010-02-19T04:47:00.001-08:00</published><updated>2010-02-19T04:47:12.549-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://mnsls.com/text" target=_blank&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/n.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/o.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/v.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/m.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/i.gif" border=0&gt;&lt;img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/r.gif" border=0&gt;&lt;br&gt;Create your own at MyNiceProfile.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-5402274879355284698?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/5402274879355284698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/02/create-your-own-at-myniceprofile.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/5402274879355284698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/5402274879355284698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/02/create-your-own-at-myniceprofile.html' title=''/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-3708775176984233549</id><published>2010-02-15T09:39:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T09:40:39.282-08:00</updated><title type='text'>PKMD DI DESA NOGOSAREN</title><content type='html'>akhirnya yang namanya PKMD terlewati, tanpa halangan dan bisa dikatakan sukses.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-3708775176984233549?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/3708775176984233549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/02/pkmd-di-desa-nogosaren.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/3708775176984233549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/3708775176984233549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/02/pkmd-di-desa-nogosaren.html' title='PKMD DI DESA NOGOSAREN'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-6370188614225163112</id><published>2010-01-09T03:02:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T03:03:06.444-08:00</updated><title type='text'>GASTROENTERITIS</title><content type='html'>KONSEP DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Gastroenteritis adalah kedaan frekuensi BAB dari 4 kali pada bayi dan 3 kali pada anak. Konsistensi feses, encer, berwarna hitam dan dapat pula bercampur lendir dan darah. Diare dapat disebabkan berbagai infeksi, selain sebab lain seperti malabsorbsi. Diare merupakan salah satu penyakit pada sistem gasterointestinal atau penyakit lain pada asluran pencernaan. Tetapi sekarang dikenal dengan penyakit diare akan mendapat tindakan secepatnya karena dapat membawa bencana bila terlambat.&lt;br /&gt;         (Ngastiyah, 2005)&lt;br /&gt;B. Etiologi&lt;br /&gt;1. Faktor infeksi&lt;br /&gt;a. Infeksi enteral : Infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak meliputi infeksi enteral sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Infeksi bakteri : Vibrio, ecoli, salomonela, shigela, complylobacter, virginia, aeromonas, dll.&lt;br /&gt;2. Infeksi virus : enterovirus (virus echo, loksicicihie, plyomielitis) adenovirus, rotavirus,  aslecovirus, dll.&lt;br /&gt;3. Infeksi parasit : cacing (oscaris, trichuris, dxyuris, strongloides) protozoa (eutamoebo hystolitica, glardia lambia, trichomonashominis) jamur (candida albicaus).&lt;br /&gt;b. Infeksi prenteral : Infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti: otitis media akut, tonsilitis, broncop, pneumonia, ensetalitis, dll. Keadaan ini terutama pada bayi dan anak berumur dibawah 2 th.&lt;br /&gt;2.   Faktor malabsorbsi&lt;br /&gt;Malabsorbsi karohidrat : disakarida (intoleransi ketosa, maltosa dan sukrosa) monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan laktosa)&lt;br /&gt;3. Faktor makanan, makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.&lt;br /&gt;4. Faktor psikologis, rasa takut dan cemas (jarang, tetapi dapat terjadi pada anak yang lebih besar)&lt;br /&gt;(Abdul Latief, 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Patofisiologi&lt;br /&gt;Mekanisme dasar yang menyebabkan diare adalah :&lt;br /&gt;Gangguan osmotik, akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuik mengeluarkannya sehingga timbul diare. Gangguan sekresi, akibat rangsangan tertentu misal oleh toksin pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi air dasn elektrolit kedalam rongga usus dan selanjutnya timbul karena ada peningkatan isi rongga usus. Gangguan mobilitas usus, hiperperistaltik  akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan, sehingga timbul diare. Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula. Patogenesis diare akut, masuk jazad renik yang masih hidup kedalam usus halus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung, jasad renik tersebut berkembangbiak dalam usus halus, oleh jazad renik dikeluarkan toksin (toksisk diaregenik) akibat toksik tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare. Patogenesis diare kronis, lebih kompleks dan faktor faktor yang menimbulkannya ialah infeksi bakteri, parasit, malabsorbsi, malnutrisi, dll. Sebagai diare baik akut maupun kronis akan terjadi kehilangan air dan elektrolit (dehidrasi) yang mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan asam basa (asidosis metabolik, hipokalemia dsb). Gangguan gizi sebagai akibat kelaparan (masukan makanan kurang, pengeluaran bertambah)hipoglikemia, gangguan sirkulasi darah.&lt;br /&gt;       (Abdul Latief, 2007) &lt;br /&gt;D. Pathway&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;Adapun gejala-dejala gateroenteritis yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;Mula-mula ditandai dengan gejala seperti anak gelisah, cengeng dan nafsu makan menurun atau nafsu makan hilang samasekali. Jadi diare/berak cair dengan frekuensi kurang lebih 5x/hari atau lebih dan sampai tidak terhitung, dapat disertai lendir atau darah. Bila muntah dapat terjadi sebelum/sesudah diare, suhu badan dapat naik 380 sampai 400 karena terdapat dehidrasi. Bila terjadi dehidrasi, turgor kulit jelek. Bila setelah banyak kehilangan cairan dapat mengakibatkan dehidrasi yang apabila akhirnya tidak diatasi dapat menyebabkan terjadinya shock.&lt;br /&gt;Penentuan derajat menurut WHO :&lt;br /&gt;1. dehidrasi ringan, tanda dan grjala :&lt;br /&gt;Keadaan umum kondisi bayi dan anak kecil :&lt;br /&gt;Besar dan dewasa : Haus, sadar, gelisah&lt;br /&gt;Nadi radialis  : Normal (frekuensi dan isi)&lt;br /&gt;Turgor kulit  : Normal&lt;br /&gt;Air mata  : Ada&lt;br /&gt;Selaput lendir  : Lembab&lt;br /&gt;Pengeluaran Urin : Normal&lt;br /&gt;Tekanan darah sistolik: NormalPada dehidrasi dengan cairan 2,5% dari BB dari BB/ rata-rata.&lt;br /&gt;2. Dehidrasi sedang, tanda dan gejala :&lt;br /&gt;Keadaan umum kondisi : Haus, sadar, merasa pusing&lt;br /&gt;Nadi radialis  : Cepat dan lemah&lt;br /&gt;Pernapasan  : Dalam, mungkin cepat&lt;br /&gt;Turgor kulit  : Lembab&lt;br /&gt;Mata   : Cekung&lt;br /&gt;Air mata  : Kering&lt;br /&gt;Selaput lendir  : Kering&lt;br /&gt;Pengeluaran Urin : Berkurang, warna tua&lt;br /&gt;Tekanan darah sistolik: Normal, rendah&lt;br /&gt;Pola dehidrasi sedang hilang cairan 5-8% dari BB rata-rata&lt;br /&gt;3. Dehidrasi berat, tanda dan gejala :&lt;br /&gt;Keadaan umum kondisi:Mengantuk, lemas, ekstremitas dingin. Bayi dan anak kecil, berkeringat, sianosis, mungkin koma&lt;br /&gt;Anak lebih besar dan dewasa : Biasanya sadar, gelisah, ekstrermitas dingin, sanosis, dan kejang otot.&lt;br /&gt;Pernafasan  : Cepat dan dalam&lt;br /&gt;Turgor kulit  : Sangat lembut (kurang dari 2 detik)&lt;br /&gt;Air mata  : Kering&lt;br /&gt;Selaput lendir  : Sangat Kering&lt;br /&gt;Pengeluaran Urin : Tidak ada urine untuk beberapa jam kadang kecing kosong&lt;br /&gt;Tekanan darah sistolik: Lebih dari 80mmHg mungin tidak teratur, pada dehidrasi berat hilang cairan 8-10% dari berat badan rata-rata.&lt;br /&gt;F. Pemerikasaan penunjang&lt;br /&gt;1. Makroskopis dan mikroskopis&lt;br /&gt;2. Pemerikasaan keseimbangan asam basa dalam darah&lt;br /&gt;3. Pemerikasaan kadar ureum dan kreatinin&lt;br /&gt;4. Pemerikasaan elektrolit&lt;br /&gt;5. Pemerikasaan intubasi duodenum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Penatalaksanaan&lt;br /&gt;1. Medis&lt;br /&gt;a. Pemberian cairan, jenis, cara dan jumlah pemberian cairan&lt;br /&gt;b. Dietetik (cara pemberian cairan)&lt;br /&gt;c. Obat-obatan&lt;br /&gt;2. Keperawatan &lt;br /&gt;Penyakit diarae walaupun semua tidak menular (misal diare karena faktor malabsorbsi), tetapi perlu perawatan di kamar yang terpisah dengan perlengkapan cuci tangan untuk mecegah infeksi(selalu tersedia disinfektan dan air bersih) serta tempat pakaian kotor sendiri. Masalah pasien diare yang perlu dipertahankan adalah resiko terjadi gangguan sirkulasi darah, kebutuhan nutrisi, resiko terjadi komplikasi, gangguan rasa aman dan nyaman. Kurangnya pengetahuan orang tua tentang penyakit.&lt;br /&gt;H. Fokus intervensi&lt;br /&gt;1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan ketidak mampuan mentoleransi cairan peroral.&lt;br /&gt;Tujuan : cairan klien dapat terpenuhi dengan adekuat&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;a. Pantau TTV tiap 1-2 jam untuk mengetahui KU&lt;br /&gt;b. Berikan cairan parenteral dengan cairan sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;c. Pantau pemasukan dan haluaran&lt;br /&gt;d. Pemberian cairan makanan sedikit tapi sering&lt;br /&gt;2. Hipertermi berhubungan dengan rehidrasi&lt;br /&gt;Tujuan : Suhu tubuh klien kembali normal.&lt;br /&gt;Intervensi :&lt;br /&gt;a. Observasi TTV&lt;br /&gt;b. Kompres dengan air hangat&lt;br /&gt;c. Anjurkan dengan pakaian tipis&lt;br /&gt;d. Anjurkan pasien minum, kurang lebih 2-3 liter/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perubahan integritas kulit berhubungan dengan seringnya defekasi dengan iritasi pada daerah anal dan bokong&lt;br /&gt;Tujuan : rasa aman dan nyaman pasien terpenuhi&lt;br /&gt;a. Cuci kulit dengan sabun setiap kali defekasi, keringkan kemudian berikan salep topikal&lt;br /&gt;b. Biarkan daerah bokong tetap terbuka dengan udara&lt;br /&gt;4. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake yang tidak adekuat.&lt;br /&gt;Tujuan : Kebutuhan nutrisi klien tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;a. Kaji faktor penyebab&lt;br /&gt;b. Anjurkan klien makan sedikit tapi sering&lt;br /&gt;c. Jelaskan pentingnya nutrisi yang cukup&lt;br /&gt;d. Ukur berat badan klien tiap hari.&lt;br /&gt;( Carpenito, 2000)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-6370188614225163112?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/6370188614225163112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/01/gastroenteritis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/6370188614225163112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/6370188614225163112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/01/gastroenteritis.html' title='GASTROENTERITIS'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-2376609085730727301</id><published>2010-01-09T02:46:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T02:47:28.393-08:00</updated><title type='text'>KEPERAWATAN GERONTIK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KONSEP LANSIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. DEFINISI&lt;br /&gt;Lansia atau lanjut usia adalah orang yang  telah mencapai usia 60 tahun keatas yang mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (Suardiman, 2001). Lansia adalah kelanjutan dari usia dewasa yang merupakan suatu proses alami yang sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa (Nugroho, 2000).&lt;br /&gt;B. BATASAN LANSIA&lt;br /&gt;Menurut WHO lansia meliputi : a. Usia pertengahan (middle age) ialah kelompok usia 45-59 tahun, b. Lanjut usia (elderly) ialah umur antara 60 dan 74 tahun c. Lanjut usia tua (old) umur antara 75-90 tahun d. Usia sangat tua (very old) ialah umur diatas 90 tahun (Nugroho, 2000)&lt;br /&gt;Penentuan apakah seseorang termasuk dalam lansia tergantung dari sudut pandang apa yang dipakai, oleh karena itu bisa dibedakan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Umur kronologik (umur kalender), ialah menurut ukuran kalender.&lt;br /&gt;2. Umur biologik, didefinisikan sebagai perkiraan dari posisi seseorang saat sekarang terhadap potensi tentang hidupnya.&lt;br /&gt;3. Umur psikologik, yaitu seberapa jauh mereka dapat menyesuaikan diri terhadap tuntutan lingkungan yang berubah-ubah dibanding dengan rata-rata.&lt;br /&gt;4. Umur fungsional, berhubungan erat dengan umur psikologik dan merupakan tingkatan kapasitas seseorang terhadap orang lain yang sesuai umur dan fungsinya dalam masyarakat tertentu.&lt;br /&gt;5. Umur sosial, menunjukkan pada peran serta kebiasaan sosial dari seseorang  terhadap anggota-anggota masyarakat lain (Kaplan dan Saddock,1997).&lt;br /&gt;C. PROSES MENUA&lt;br /&gt;Menua (menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides, 1994). Menua bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan proses berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam maupun luar tubuh. Walaupun demikian memang harus diakui bahwa ada berbagai penyakit yang sering menghinggapi kaum lanjut usia (Nugroho, 2000)&lt;br /&gt;Pada lansia apabila terjadi kemunduran fisik dan mental disebut dengan istilah keuzuran. Seseorang yang menjadi eksentrik, kurang perhatian, dan terasing secara sosial, penyesuaian dirinya pun buruk, dan sering disebut uzur disebut uzur. Penyebab keuzuran secara fisik merupakan suatu perubahan pada sel tubuh bukan karena penyakit khusus tetapi karena proses menua, sedangkan secara mental keuzuran dapat disebabkan oleh faktor psikologis, misalnya sikap tidak tenang terhadap diri sendiri maupun orang lain, pekerjaan dan kehidupan yang pada umumnya. Proses menua pada manusia diikuti oleh berbagai perubahan pada kondisi fisik maupun mental seseorang (Hurlock, 1994)&lt;br /&gt;D. PERUBAHAN YANG TERJADI PADA LANSIA&lt;br /&gt;1. Penurunan kondisi fisik.&lt;br /&gt;a. Perubahan pada penampilan fisik kulit lansia menjadi mengerut atau keriput akibat kehilangan jaringan lemak, kulit kepala dan rambut menipis berwarna kelabu, kuku jari jadi keras dan rapuh.&lt;br /&gt;b.    Perubahan pada organ tubuh&lt;br /&gt;Semua organ tubuh pada lansia mengalami penurunan pada sistem persyarafan, perubahan pada sistem pendengaran, perubahan pada sistem penglihatan, perubahan pada sistem kardiovaskuler, perubahan pada sistem pengaturan temperature tubuh, perubahan pada sistem respirasi, perubahan pada sistem gastrointestinal, perubahan pada sistem endokrin, dan perubahan pada sistem muskuluskeletal.&lt;br /&gt;c.    Perubahan fungsi fisiologis&lt;br /&gt;Terjadi perubahan fungsi tubuh, misalnya berkurangnya waktu tidur. Selain itu terjadi perubahan sensorik seperti melemahnya organ-organ penglihatan, pendengaran, dan penciuman.&lt;br /&gt;d.    Perubahan kemampuan motorik&lt;br /&gt;Para lansia dalam melakukan gerakan lebih lambat dan mulai berkurang. Perubahan ini disebabkan oleh faktor fisik maupun biologis (Nugroho, 2000). &lt;br /&gt;2. Perubahan mental&lt;br /&gt;a. Memori&lt;br /&gt;Kenangan jangka panjang merupakan kenangan berjam-jam sampai berhari-hari yang lalu mencakup beberapa  perubahan. Kenangan jangka pendek atau seketika merupakan kenangan antara 0-10 menit, merupakan kenangan yang buruk.&lt;br /&gt;b. IQ (Intelegentia Quotien)&lt;br /&gt;Tidak berubah dengan informasi matematika dan perkataan verbal, berkurangnya penampilan, persepsi dan ketrampilan psikomotor, terjadi perubahan pada daya membayangkan karena tekanan dari faktor waktu.&lt;br /&gt;3. Perubahan psikososial&lt;br /&gt;a. Pensiun&lt;br /&gt;Nilai seseorang sering diukur dari produktivitasnya dan identitas dikaitkan dengan peranan dalam pekerjaan. Bila seseorang pensiun atau purna tugas ia akan mengalami kehilangan finansial, kehilangan status, kehilangan teman kenalan atau relasi, kehilangan pekerjaan, atau kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Merasakan atau sadar akan kematian&lt;br /&gt;c. Perubahan dalam cara hidup yaitu memasuki rumah perawatan bergerak lebih sempit. Maksudnya gerak lansia semakin terbatas.&lt;br /&gt;d. Ekonomi&lt;br /&gt;Akibat pemberhentian dari jabatan, meningkatnya biaya hidup pada penghasilan yang sulit, bertambahnya biaya pengobatan, penyakit kronis dan ketidakmampuan (Nugroho, 2000).&lt;br /&gt;4.  Perubahan psikologis&lt;br /&gt;Beberapa masalah psikologis yang dapat terjadi pada lansia adalah adanya perasaan rendah diri dan tidak enak badan yang datang bersamaan dengan perubahan fisik. Hilangnya daya tarik dan penampilan seksual yang tepat, bisa mengakibatkan lansia merasa ditolak oleh kelompok sosial. Terkadang masalah fisik yang dialami menyebabkan terjadinya masalah dalam berkomunikasi dengan orang lain, contohnya : lansia mengalami kesulitan berbicara atau kesulitan mendengar. Adapun perubahan psikisnya yaitu : apatis (sikap acuh tak acuh dengan apapun yang terjadi), infatil (sikap kekanak-kanakan), curiga (sikap tidak percaya terhadap orang lain). Selain itu terjadi juga penurunan inisiatif yaitu dorongan untuk melakukan hal yang baru dan orisinil, sehingga lebih banyak memerlukan tuntunan dan bimbingan yang berulang secara perlahan (Hurlock, 1994).&lt;br /&gt;Menurut Kuntjoro (2002), beberapa perubahan yang terjadi pada lansia tersebut dapat dibedakan berdasarkan lima tipe kepribadian lansia sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Tipe kepribadian konstruktif (contruction personality), biasanya tipe ini mengalami gejolak, tenang dan mantap sampai tua.&lt;br /&gt;b. Tipe kepribadian mandiri (independent personality), pada tipe ini akan mengalami post power sindrom, apalagi jika pada masa lansia tidak diisi dengan kegiatan yang dapat memberikan otonomi pada dirinya.&lt;br /&gt;c. Tipe kepribadian tergantung (dependent personality), pada tipe ini biasanya sangat dipengaruhi kehidupan keluarga. Apabila kehidupan keluarga selalu harmonis maka pada masa lansia tidak bergejolak, tetapi jika pasangan hidup meninggal maka yang ditinggalkan akan menjadi merana, apalagi jika tidak segera bangkit dari kedudukannya.&lt;br /&gt;d. Tipe kepribadian bermusuhan (hostility personality), pada tipe ini setelah memasuki masa lansia tetap tidak merasa puas dengan kehidupannya, banyak keinginan yang kadang tidak diperhitungkan secara seksama sehingga menyebabkan kondisi ekonominya menjadi morat-marit.&lt;br /&gt;e. Tipe kepribadian kritik diri (self hate personality), pada lansia tipe ini umumnya terlihat sengsara, karena perilakunya sendiri sulit dibantu orang lain atau cenderung membuat susah dirinya.&lt;br /&gt;E. TUGAS PERKEMBANGAN LANSIA&lt;br /&gt;Sebagian besar tugas perkembangan usia lanjut lebih banyak berkaitan dengan kehidupan pribadi seseorang dari pada kehidupan orang lain. Beberapa tugas perkembangan yang harus dipenuhi lansia untuk bisa berhasil dalam menyesuaikan diri menurut Hurlock, (1994).&lt;br /&gt;1. Lansia diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan menurunnya    kekuatan dan dan kesehatan secara bertahap.&lt;br /&gt;2. Lansia diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan masa pension dan berkurangnya income keluaraga.&lt;br /&gt;3. Lansia dapat menyesuaikan diri dengan kematian pasangan.&lt;br /&gt;4. Lansia membentuk hubungan dengan orang-orang seusia&lt;br /&gt;5. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan.&lt;br /&gt;6. Menyesuaikan diri dengan peran sosial dengan baik.&lt;br /&gt;F. ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt; Menurut Mubarok (2009) terdapat beberapa langkah yaitu memenuhi perawatan lansia dengan berbagai gangguan kebutuhan dasar manusia, dimana harus perawat harus memiliki ketrampilan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Berkomunikasi secara terapeutik&lt;br /&gt;2. Menetapkan tenik dan teori komunikasi&lt;br /&gt;3. Analisa proses interaksi&lt;br /&gt;4. Koleksi data&lt;br /&gt;5. Analisa data&lt;br /&gt;6. Diagnosa keperawatan&lt;br /&gt;7. Menetapkan tujuan dan kriteria hasil&lt;br /&gt;8. Mensintesa faktor-faktor penentu kesehatan &lt;br /&gt;9. Menentukan populasi yang beresiko&lt;br /&gt;10. Mengkoordinasi rencana keperawatan kolaborasi dan interdisipliner&lt;br /&gt;11. Kerja sama&lt;br /&gt;G. PENGKAJIAN PADA LANSIA&lt;br /&gt; Menurut Mubarok (2009), tujuan pengkajian pada dewasa lanjut usia adalah untuk mengidentifikasi kekuatan keterbatasan klien sehibgga intervensi yang efektif dan tepat dapat diberikan untuk meningkatkan fungsi optimal dan mencegah ketidakmampuan dan ketergantungan yaitu dengan cara:&lt;br /&gt;1. Mengkaji riwayat kesehatan keluarga&lt;br /&gt;2. Pengkajian status fungsional menggunakan INDEKS KATS, yaitu dengan mengukur kemampuan lansia untuk melakukan aktifitas sehari-hari, evaluasi fungsi mandiri atau tergantung dalam klien dalam:&lt;br /&gt;a. Mandi &lt;br /&gt;b. Berpakaian &lt;br /&gt;c. Pergi kekamar mandi&lt;br /&gt;d. Kontinen dan makan&lt;br /&gt;3. Pengkajian status kognitif dan afektif dengan menggunakan:&lt;br /&gt;a. Short portable mental status questionaire (SPMQ)&lt;br /&gt;b. Mini mental state exzam (MMSE)&lt;br /&gt;c. Depresi back&lt;br /&gt;d. Skala depresi geriatrik yesavage.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-2376609085730727301?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/2376609085730727301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/01/keperawatan-gerontik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/2376609085730727301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/2376609085730727301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/01/keperawatan-gerontik.html' title='KEPERAWATAN GERONTIK'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-1877874094175046885</id><published>2010-01-02T03:01:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T03:01:52.586-08:00</updated><title type='text'>KEPERAWATAN ANAK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KONSEP TUMBANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian&lt;br /&gt;a. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam jumlah besar jumlah ukuran atau dimensi, tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat, ukuran panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolik.&lt;br /&gt;b. Perkembangan (development) adalah bertumbuhnya kemampuan dalam struktur fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teraturdan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses kematangan.&lt;br /&gt;Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan memiliki dampak terhadap asuhan keperawatan fisuk, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ atau individu. Sedangkan untuk tercapainya tumbuh kembang yang optimal tergantung pada potensi biologiknya.&lt;br /&gt;      ( Soetjiningsih, 1995)&lt;br /&gt;2. Ciri-ciri tumbang&lt;br /&gt;a. Ciri pertumbuhan&lt;br /&gt;Adanya perubahan dalam besar, jumlah, ukuran/dimensi tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat, ukuran panjang, umur tulang, dan keseimbangan metabolik.&lt;br /&gt;b. Ciri perkembangan&lt;br /&gt;Bertambahnya kemampuan dari sruktur dari funsi tubuh yang telah kompleks dalam pola yang tertur dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan termasuk juga perkembangan emosional, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;      ( Soetjiningsih, 1995)&lt;br /&gt;Ciri tumbuh kembang anak meliputi :&lt;br /&gt;1. Adanya proses yang kontinu sejak dini dari konsepsi sampai maturitas atau dewasa yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan.&lt;br /&gt;2. Dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan serta laju tumbuh kem,bang yang berlainan diantara organ-organ&lt;br /&gt;3. Pola perkembangan anak sama pada semua anak tetap kecepatannya berbeda antara anak yang satu dengan anak yang satunya&lt;br /&gt;4. Perkembangan erat hubungananya dengan maturasi sistem susunan saraf&lt;br /&gt;5. Aktivitas seluruh tubuh diganti respons individu yang khas&lt;br /&gt;6. Arah perkembangan anak adalah sefokaodal&lt;br /&gt;7. Reflek prenitif seperti memegang dan berjalan akan sebelum gerakan volunter tercapai.&lt;br /&gt;( Soetjiningsih, 1995)&lt;br /&gt;3. Karakteristik tumbang sesuai umur&lt;br /&gt;a. Masa prenatal&lt;br /&gt;1. Masa mudrgah/embrio konsepsi sampai 8 minggu&lt;br /&gt;2. Masa janin/fetus 9 minggu sampai lahir&lt;br /&gt;b. Masa bayi 0-1 tahun&lt;br /&gt;1. Masa neonatal usia 0-8 hari&lt;br /&gt;2. Masa neonatal dini 0-7 hari&lt;br /&gt;3. Masa neonatal lanjut 0-28 hari&lt;br /&gt;4. Masa post natal 29 hari-1 tahun&lt;br /&gt;c. Masa pra sekolah usia 1-6 tahun&lt;br /&gt;d. Masa sekolah usia 6-18/20 tahun&lt;br /&gt;Masa pra remaja&lt;br /&gt;a. Masa remaja dini&lt;br /&gt;(a) Wanita usia 8-13 tahun&lt;br /&gt;(b) Pria usia 10-15 tahun&lt;br /&gt;b. Masa remaja lanjut&lt;br /&gt;(a) Wanita usia 13-18 tahun&lt;br /&gt;(b) Pria usia 15-20 tahun&lt;br /&gt;4. Teori tumbang menurut Erickson&lt;br /&gt;Fase awal dari pertumbuhan dan perkembangan anak menurut pendekatan psiko sosial adalah tercapainya rasa percaya dan tidak percaya sebagai kegagalan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. Makanan dapat merupakan stimulus yang dapat meringankan rasa lapar anak dan memuaskan konsisten terhadap rasa lapar dapat mempengaruhi rasa kepercayaan anak pada lingkungan anak terutama pada lingkungan keluarga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-1877874094175046885?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/1877874094175046885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/01/keperawatan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/1877874094175046885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/1877874094175046885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2010/01/keperawatan-anak.html' title='KEPERAWATAN ANAK'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-7617348326866885518</id><published>2009-12-30T02:47:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T02:49:51.598-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>KONSEP DASAR&lt;br /&gt;DIABETES MELITUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGERTIAN&lt;br /&gt;Diabetes melitus merupakn sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darahatau hiperglikemia (Brunner &amp;Sudarth, 2002). Diabetes melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).&lt;br /&gt;B. KLASIFIKASI&lt;br /&gt;Klasifikasi DM adalah sebagsi berikut:&lt;br /&gt;1. Tipe I: DM tergantung insulin (IDDM)&lt;br /&gt;2. Tipe II: DM tidak tergantung insulin (NIDDM)&lt;br /&gt;3. DM yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya&lt;br /&gt;4. DM gestasional (saat hamil) (GDM)&lt;br /&gt;C. ETIOLOGI&lt;br /&gt;1. DM tipe I&lt;br /&gt;a. Faktor genetik&lt;br /&gt;Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri, tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik kearah terjadinya DM tipe I&lt;br /&gt;b. Faktor-faktor imunologi&lt;br /&gt;Adanya respon otoimun yang merupakan respon abnormal dimana antibodi terarahpada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi pada terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing, yaitu antibodi terhadap sel-sel pulau langerhans dan insulin endogen.&lt;br /&gt;c. Faktor lingkungan  &lt;br /&gt;Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan destruksi sel-beta&lt;br /&gt;2. DM tipe II&lt;br /&gt;Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulun pada DM tipe II masih belum diketahui, faktor genetik memegang penting dalam peranan proses terjadinya resistensi insulin.&lt;br /&gt;Faktor-faktor resiko:&lt;br /&gt;a. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pad usia diatas 56 tahun)&lt;br /&gt;b. Obesitas&lt;br /&gt;c. Riwayat keluarga&lt;br /&gt;D. TANDA DAN GEJALA&lt;br /&gt; Keluhan umum pasien DM seperti poliuria, polidipsi, polipagi, pada lansia umumnya tidak ada atau jarang. Sebaliknya yang sering mengganggu pasien adalah keluhan akibat komplikasi degeneratif kronik pada pembuluh darah dan saraf. Pada DM lansia terdapat perubahan patofisiologi akibat proses menua. Sehingga gambaran klinisnya berfariasi dari kasus tanpa gejala sampai kasus dengan komplikasi yang luas. Keluhan yang sering muncul adalah adanya gangguan penglihatan karena katarak, ras kesemutan pada tungkai, serta kelemahan otot (neoropati perifer) dan luka pada tungkai yang sukar sembuh dengan pengobatan lazim. Menurut Supartondo gejala-gejal akibat DM pad usia lanjut yang sering ditemukan adalah: katarak, glaukoma, retinopati, neuropati perifer, neuropati viseral, amiotropi, ulkus neurotropik, penyakit ginjal, penyakit pembuluh darah perifer, penyakit koroner, penyakit pembuluh darah otak, hipertensi, osmotik diuresis akibat glukosuria tertunda disebabkan ambang ginjal yang tinggi dan dapat muncul keluhan nokturia, disertai gangguan tidur, atau bahkan inkontinensia urin. Perasaan haus pada pasien DM lansia kurang dirasakan akibatnya mereka tidak bereaksi adekuat terhadap dehidrasi. Karena itu tidak terjadi polidipsia atau baru terjadi pad stadium lanjut. Penyakit yang mula-mula ringan dan sedang saja yang bias terjadi pad pasien DM usia lanjut dapat berubah tiba-tiba. Apabila pasien mengalami infeksi akut. Defisiensi insulin yang tadinya bersifat relatif sekarang yang menjadi absolut dan timbul keadaan ketoasidosis dengan gejala khas hiperventilasi dan dehidrasi, kesadaran menurun dengan hiperglikemia, dehidrasi dan ketonemia. Gejala yang bisa terjadi pada hipoglikemia, seperti ras lapar,menguap, dan berkeringat banyak, umumnya tidak ada pada DM usia lanjut.Biasanya tampak bermanifestasi sebagai sakit kepala dan kebingungan mendadak. Pada usia lanjut reaksi negatif dapat menghilang. Sedangkan gejala kebingungan koma yang merupakan metabolisme serebral tampak lebih jelas.        &lt;br /&gt;E. PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;Menurut Smeltzer dan Bare (2002), DM biasanya ditandai dengan gejala hiperglikemia, glukosa yang dari makanan tidak bisa disimpan dalam hati meskipun berada dalam darah dan menimbulkan hiperglikemia post pradital, jika gukosa dalam darah cukup tinggi ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang tersaring keluar, akibatnya glukosa tersebut muncul dalam urin (glukosuria). Ekskresi akan disertai pengeluaran cairan dan elektrolit (diuresis osmotik), sebagai akibat kehilangan cairan yang berlebih pasien akan merasa haus (polidipsi). Defisiensi insulin yang mengganggu metabolisme protein dan lemak yang menyebabkan penurunan berat badan. Pasien dapat megalami peningkatan selera makan (polifagia) akibat menurunnya simpanan kalori, gejala lainnya mencakup kelelahan dan kelemahan. Disamping itu pada defisiensi akan terjadi pemecahan lemak yang mengakibatkan peningkatan produksi keton, yang apabila berlebihan akan menyebabkan tanda dan gejal seperti: nyeri abdomen, mual, muntah, hiperventilasi, nafas bau aseton, perubahan kesadaran, koma, bahkan kematian.&lt;br /&gt;Penderita hiperglikemia yang lama akan menyebabkan perubahan patologi pada pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan penebalan tunika intima (hyperplasia) membrane basalia arteria, obstruksi atau penyumbatan arteria, dan abnormalitas trombosit sehingga mengakibatkan perlekatan dan pembekuan. Selain itu hiperglikemia juga mengakibatkan fungsi kemotoksis dislokasi radang terganggu.&lt;br /&gt;Angiopati dapat terjadi berupa penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah perifer. Sering terjadi pada tungkai bawah (terutama kaki) akibat perfusi jaringan pada bagian distal dari tungkai menjadi kurang baik dan timbul ulkus dan kemudian dapat berkembang menjadi nekrosis dan gangrene. Gangguan mikrosirkulasi akan menyebabkan degenerasi, keadaan ini akan menyebabkan neuropati.&lt;br /&gt;Penyebab DM tipe I terdapat ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin karena sel-sel beta pancreas telah dihancurkan oleh proses autoimun. Hiperglikemia puasa terjadi akibat produksi glukosa yang tidak terukur oleh hati. Disamping itu glukosa yang berasal dari makanan tidak dapat disimpan dalam hati, meskipun tetap berada dalam darah dan dapat menimbulkan hiperglikemia post pradial (sesudah makan).&lt;br /&gt;Jika konsentrasi darah cukup tinggi, ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang tersaring keluar. Akibatnya glukosa tersebut muncul dalam urin. Ketika glukosa yang berlebihan diekskresikan ke dalam urin, ekskresi ini akan disertai pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan. Keadaan ini dinamakan diuresis osmotik.&lt;br /&gt;Defisiensi insulin juga mengganggu metabolisme protein dan lemak yang menyebabkan penurunan berat badan, dapat mengalami peningkatan selera makan akibat penurunan simpanan kalori.&lt;br /&gt;Dalam keadaan normal insulin mengendalikan glikogenesis (pemecahan glukosa yang disimpan) dan glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru dari asam-asam amino serta substansi lain). Namun pada penderita defisiensi insulin, proses ini akan terjadi tanpa hambatan dan lebih lanjut turut menimbulkan hiperglikemia. Disamping itu akan terjadi pemecahan lemak yang mengakibatkan peningkatan produksi badan keton yang merupakan produk samping pemecahan lemak. Badan keton merupakan asam yang mengganggu keseimbangan asam basa tubuh bila jumlahnya berlebihan. Ketoasidosis diabetic yang diakibatkannya dapat menyebabkan tanda-tanda dan gejala, seperti nyeri abdomen, mual, muntah, hiperventilas, nafas berbau aseton, dan bila tidak ditangani akan menimbulkan perubahan kesadaran, koma, dan bahkan kematian.&lt;br /&gt;Menurut Price (2005), DM tipe II ditandai dengan kelainan sekresi insulin dan kerja insulin. Pada awalnya tampak terdapat resistensi dari sel-sel sasaran terhadap kerja insulin. Insulin mula-mula mengikatkan dirinya pada reseptor-reseptor permukaan sel tertentu, kemudian terjadi reaksi intraseluler yang menyebabkan mobilisasi pembawa GLUT 4 glukosa dan meningkatkan transport glukosa menembus membrane sel. Pada akhirnya, timbul kegagalan sel beta dengan menurunnya jumlah insulin yang beredar dan tidak lagi memadai untuk mempertahankan euglikemia. Penurunan berat badan sering dikaitkan dengan perbaikan dalam sensitifitas insulin dan pemulihan toleransi glukosa.&lt;br /&gt;F. PATHWAY&lt;br /&gt;SELENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI. GRATIS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-7617348326866885518?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/7617348326866885518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/12/konsep-dasar-diabetes-melitus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/7617348326866885518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/7617348326866885518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/12/konsep-dasar-diabetes-melitus.html' title=''/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-6189045290730697757</id><published>2009-12-09T02:44:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T02:46:10.583-08:00</updated><title type='text'>KEPERAWATAN KELUARGA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KONSEP KELUARGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGERTIAN&lt;br /&gt;Menurut Friedman (1998) dalam Setiawati (2008), keluarga adalah satu kesatuan dari terikat dalam perkawinan, ada hubungan darah, perkawinan, atau adopsi.Dan menurut Suprajitno (2004), keluarga adalah terdapatnya ikatan perkawinan dan hubungan darah yang tinggal bersama dalam satu atap dengan peran masing-masing serta keterikatan dan tinggal disuatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan dan terorganisasi serta mempunyai tujuan dibawah asuhan kepala keluarga.&lt;br /&gt;B. STRUKTUR KELUARGA&lt;br /&gt;Menurut Effendy (1998) dalam Mubarok (2006), struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam,diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Patrilineal&lt;br /&gt;Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui garis ayah&lt;br /&gt;2. Matrilineal&lt;br /&gt;Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dmana hubungan itu disusun melalui garis ibu&lt;br /&gt;3. Matrilokal&lt;br /&gt;Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri &lt;br /&gt;4. Patrilokal&lt;br /&gt;Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami&lt;br /&gt;5. Keluarga kawin&lt;br /&gt;Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa  sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami istri.&lt;br /&gt;C. TIPE KELUARGA&lt;br /&gt;Menurut Setiadi (2008), tipe keluarga dikelompokkan menjadi 2, yaitu pengelompokkan secara tradisional dan modern.&lt;br /&gt;1.  Secara tradisional&lt;br /&gt;a. Keluarga Inti (Nuclear Family) adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan   anak yang diperoleh  dari keturunannya atau adopsi atau keluarga&lt;br /&gt;b. Keluarga Besar Extended Family) adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi).&lt;br /&gt;2.  Secara modern&lt;br /&gt;a. Traditional Nuclear&lt;br /&gt;Keluarga inti (ayah, ibu, dan anak) tinggal dalam 1 rumah ditetapkan oleh sanksi-sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan, satu atau keluarga dapat bekerja diluar rumah&lt;br /&gt;b. Reconstituted Nuclear&lt;br /&gt;Pembentukan baru dari keluarga inti melalui perkawinan kembali suami/istri, tinggal dalam suatu ikatan perkawinan  lamanya maupun hasil dari perkawinan baru,satu/atau keduanya  dapat bekerja diluar rumah &lt;br /&gt;c. Niddle Age/Aging Couple&lt;br /&gt;Suami sebagai pencari uang,istri dirumah/atau kedua-duanya bekerja di rumah, anak-anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah/perkawinan/meniti karier.&lt;br /&gt;d. Dyadic Nuclear&lt;br /&gt;Suami istri yang sudah beruur dan tidak mempunyai anak yang keduanya atau salah satu bekerja di luar rumah.&lt;br /&gt;e. Single Parent&lt;br /&gt;Satu orang tua sebagai akibat perceraian atau kematian pasangannya dan anak-anaknya dapat tinggal di rumah atau di luar rumah.&lt;br /&gt;f. Dual Carrier, suami istri atau keduanya orang karier dan tanpa anak.&lt;br /&gt;g. Commuter Married, suami istri atau keduanya orang karier dan tinggal terpisah pada jarak tertentu. Keduanya saling mencari pada waktu-waktu tertentu.&lt;br /&gt;h. Single Adult, wanita aatau pria dewasa yang tinggal sendiri dengan tidak adanya keinginan untuk kawin.&lt;br /&gt;i. Three Generation, tiga generasi atau lebih tinggal dalam satu rumah.&lt;br /&gt;j. Institusional, anak-anak atau orang-orang dewasa tinggal dalam suatu panti-panti.&lt;br /&gt;k. Comunal, satu rumah terdiri dari dua atau lebih pasangan yang monogamy dengan anak-anaknya dan bersama-sama dalam penyediaan fasilitas.&lt;br /&gt;l. Group Marriage, satu perumahan terdiri dari orang tua dan keturunannya di dalam satu kesatuan keluarga dan tiap individu adalah kawin dengan yang lain dan semua adalah orang tua dari anak-anak.&lt;br /&gt;m. Unmaried Parent and Child, ibu dan anak dimana perkawinan tidak dikehendaki anaknya diadopsi.&lt;br /&gt;n. Cohibing Coiple, dua orang atau satu pasangan yang tinggal bersama tanpa kawin.&lt;br /&gt;D. PERAN KELUARGA&lt;br /&gt;Menurut Effendy (1998), peranan dalam keluarga adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Peranan ayah: sebagai suami dari istri, ayah dari  anak, sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung, dan pemberi rasa aman, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.&lt;br /&gt;2. Peranan ibu: sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, mengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik anaknya, perlindungan dan salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarga.&lt;br /&gt;3. Peranan anak: anak melaksanakan peranan psikosoial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, dan spiritual.&lt;br /&gt;E. FUNGSI KELUARGA&lt;br /&gt;Secara umum fungsi keluarga menurut Friedman (1998) dalam Suprajitno (2004), adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Fungsi afektif (the affective function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuat untuk mempersiapkan anggota keluarga berdampingan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga.&lt;br /&gt;2. Fungsi sosialisasi dan tempat bersosialisasi (Sociallization and social placement function) adalah fungsi mengembangkan dari tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berdampingan dengan orang lain di luar rumah.&lt;br /&gt;3. Fungsi reproduksi (the reproduction function), yaitu keluarga berfungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.&lt;br /&gt;4. Fungsi ekonomi (the economic function), yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.&lt;br /&gt;F. TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN KELUARGA&lt;br /&gt;Tahapan kehidupan keluarga menurut Dovall dalam Effendy (1998) adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;Tahap pembentukan keluarga, tahap ini dimulai dari pernikahan yang dilanjutkan membentuk rumah tangga.&lt;br /&gt;1. Tahap menjelang kelahiran anak, tugas keluarga yang utama adalah mendapat keturunan sebagai generasi penerus, melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi keluarga yang merupakan saat-saat yang sangat dinantikan.&lt;br /&gt;2. Tahap menghadapi bayi, dalam hal ini keluarga mengasuh, mendidik, dan memberikan kasih saying kepada anak, karena pada tahap ini bagi kehidupannya sangat tergantung pada kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;3. Tahap menghadapi anak pra sekolah, pada tahap ini anak sudah mulai mengenal kehidupan sosialnya, sudah mulai bergaul dengan teman sebayanya tetapi sangat rawan dalam masalah kesehatan.&lt;br /&gt;4. Tahap menghadapi anak sekolah, dalam tahap ini tugas keluarga adalah mendidik anak, mengajari anak untuk mempersiapkan masa depannya. Membiasakan anak belajar secara teratur, mengontrol tugas-tugas anak sekolah dan meningkatkan pengetahuan umum anak.&lt;br /&gt;5. Tahap menghadapi anak remaja, tahap ini adalah tahap yang paling rawan Karena dalam tahap ini anak akan mencari identitas diri dalam membentuk kepribadiannya. Oleh karena itu suritauladan dari kedua orang tua sangat diperlukan.&lt;br /&gt;6. Tahap melepaskan anak ke masyarakat, setelah mulai tahap remaja dan anak telah menyelesaikan pendidikannya maka tahap selanjutnya adalah melepaskan anak ke masyarakat dalam memulai kehidupan yang sesungguhnya, dalam tahap ini anak akan memulai kehidupan berumah tangga&lt;br /&gt;7. Tahap berdua kembali, setelah anak besar dan menempuh kehidupan sendiri tinggallah suami dan istri berdua saja. Dalam tahap ini keluarga akan merasa sepi dan bila tidak menerima kenyataan akan menimbulkan depresi dan stress.&lt;br /&gt;8. Tahap masa tua, tahap ini masuk ke tahap lansia dan kedua orang tua mempersiapkan diri untuk meningggal duania yang fana ini.&lt;br /&gt;G. TUGAS KELUARGA&lt;br /&gt;Tugas keluarga menurut Mubarok (2006), adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Mengenal masalah kesehatan keluarga&lt;br /&gt;Keluarga perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-peruahan yang dialami anggota keluarga, kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti.&lt;br /&gt;2. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat&lt;br /&gt;tugas ini merupakan upay akeluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, tindakan yang dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan dapat dikurangi bahkan diatasi.&lt;br /&gt;3. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit&lt;br /&gt;Anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan perlu memperoleh perawatan keluarga agar masalah yang lebih parah tidak terjadi.&lt;br /&gt;4. Mempertahankan suasana rumah yang sehat&lt;br /&gt;Kondisi rumah haruslah dapat menjadikan lambang kesenangan, keindahan, dan ketentraman serta dapat menunjang derajat kesehatan bagi anggota keluarga&lt;br /&gt;5. Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di masyaraka&lt;br /&gt;Keluarga atau anggota keluarga harus dapat memanfaatkan sumber fasilitas kesehatan yang ada di sekitar agar apabila mengalami masalah dengan penyakit keluarga dapat berkonsultasi dan meminta bantuan.&lt;br /&gt;H. TANGGUNG JAWAB PERAWAT&lt;br /&gt;Menurut Mubarok (2006), tanggung jawab perawat dalam pemberian asuhan keperawatan keluarga yaitu:&lt;br /&gt;1. Memberikan pelayan secara langsung &lt;br /&gt;2. Dokumentasi&lt;br /&gt;3. Koordonasi antara pelayanan dan manajemen kasus&lt;br /&gt;4. Menentuka frekuensi dan lamanya perawatan&lt;br /&gt;5. Advokasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-6189045290730697757?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/6189045290730697757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/12/keperawatan-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/6189045290730697757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/6189045290730697757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/12/keperawatan-keluarga.html' title='KEPERAWATAN KELUARGA'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-6797813655259071652</id><published>2009-12-09T01:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T01:54:50.257-08:00</updated><title type='text'>ISENG-ISENG DAPAT DUIT GRATIS</title><content type='html'>Baca rahasianya disini : (&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7901860/Tips_Rahasia_Ziddu_neo.doc.html"&gt;link download file ini&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-6797813655259071652?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/6797813655259071652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/12/iseng-iseng-dapat-duit-gratis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/6797813655259071652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/6797813655259071652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/12/iseng-iseng-dapat-duit-gratis.html' title='ISENG-ISENG DAPAT DUIT GRATIS'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-3606435928131049087</id><published>2009-11-18T01:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T01:53:51.686-08:00</updated><title type='text'>KEP. JIWA- TAK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Contoh Proposal Terapi Aktivitas Kelompok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7902880/TERAPIAKTIVITASKELOMPOK.doc.html"&gt;Free Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-3606435928131049087?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/3606435928131049087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/11/kep-jiwa-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/3606435928131049087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/3606435928131049087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/11/kep-jiwa-tak.html' title='KEP. JIWA- TAK'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-7604020589959243420</id><published>2009-11-12T01:51:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T01:52:43.267-08:00</updated><title type='text'>KEPERAWATAN JIWA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Power Point Keperawatan Jiwa Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7903084/KepJiwaHalusinasi.ppt.html"&gt;Free Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-7604020589959243420?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/7604020589959243420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/11/keperawatan-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/7604020589959243420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/7604020589959243420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/11/keperawatan-jiwa.html' title='KEPERAWATAN JIWA'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1584963073907459704.post-755576024278186347</id><published>2009-11-09T01:45:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T01:51:09.649-08:00</updated><title type='text'>Cara Meningkatkan Kunjungan Blog</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CCOMPAQ%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CCOMPAQ%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CCOMPAQ%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Cara luar biasa meningkatkan pengunjung bukanlah hal sulit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nah, bagi yang sudah cukup sering blog-walking dan cukup lelah karena berbagai alasan, ini ada beberapa cara yang bisa temen-temen cobain, berhubung saya sendiri sudah cobain dan lumayanlah dapet pengunjung beberapa walaupun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, ya namanya blog ini masih pemula dan artikel di sini juga pada underdog semua.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Akan tetapi satu dua kata jangan menyerah, semoga masukan saya di bawah ini bisa jadi referensi temen-teman yang lain,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cara meningkatkan pengunjung seperti yang saya katakan sebelumnya adalah cara meningkatkan pengunjung berdasarkan pengalaman saya yang saya dapat dari belajar buka-buka web/blog teman-teman yang lain dan dari blog-blog sahabat saya coba gabungkan mungkin dan bagi teman-teman yang membaca blog saya ini dapat mempraktekkan dengan menambah blog-blog lain untuk menunjang bisnis yang teman-teman jalankan atau rencanakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan sekarang kita masuk pada:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syarat Utama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;adalah mempunyai artikel, tulisan, postingan, isi, konten, whatever deh yang penting di sini adalah blog yang ingin meningkatkan pengunjung berarti blognya harus berisi informasi yang dicari, entah itu bermanfaat atau tidak, bermutu atau tidak bermutu, bermutu atau tidak adalah relative dan yang berhak menilai adalah si pencari informasi tersebut, so jangan ragu menulis deh n keep update!!! Buktinya artikel di blog ini masih ada juga pengunjung yang mau baca, padahal mungkin saja ada pengunjung yang kesasar!!! Mencari blog lain tapi mampir di blog kita, ha ha ha .... tapi itulah maksud utama dari Blog saya ini, pembaca tanpa menyadari telah masuk ke Blog ini dan membaca artikel yang kita sajikan, jika dirasakan berbobot pasti akan menerima artikel yang kita sajikan.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Oke ... Mau tau cara luar biasa meningkatkan pengunjung???&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Cukup copy pengalaman teman saya yang saya copy paste ke blog saya ini:&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Sekian hasil ye-em2an antara Ewegimbal dengan Bli O-on… membingungkan ya???&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sharing pengalaman saya..silahkan kalo berkenan baca »&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sharing pengalaman saya.. silahkan kalo berkenan baca berhubung meningkatkan pengunjung blog yang sebelumnya sedikit (30an kurang) dan karena artikel saya kebanyakan bahasa orang Indonesia, saya iseng-iseng submit artikel ke infogue dan Lintas berita, ato ke situs Indokami (social bookmarking yang dofollow).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kebetulan dari 3 yang saya submit, pengunjung lebih banyak datang dari infogue.com, terlihat dari artikel yang iseng-iseng saya submit yaitu “sinetron saingan manohara”, “kyai haji Abdullah”, “type of condom” dipilih sebanyak 100 ke atas, dan pengunjung saya rata- rata 100 selama bulan kemaren, sempet seneng juga sih (padahal itu artikel kan sekedar cuap-cuap konyol ga penting) bagi saya walopun ga banyak. Kenapa saya bilang iseng-iseng??? Ya karena semua itu adalah ga bisa di tebak hasilnya…jadi iseng-iseng adalah kata yang tepat untuk saya.hehehe&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena artikel yang saya submit adalah artikel yang ga bermanfaat (atas penilaian sendiri) cukup mendapat perhatian juga dibandingkan artikel saya yang saya submit yang saya anggap punya manfaat…aneh…khan makanya seperti yang saya bilang, bermutu ato ga, berkualitas ato ga, ga pake lama deh, submit skarang…iseng-iseng!!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalo dari search engine, karena saya tidak terlalu paham dengan seo2an, bahkan saya frustasi dengan SEO sampe saya buat artikelnya, Ga ada yang special tentang SEO, heheh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hanya bebrapa artikel saja yang nongol di google, dan entah saya melakukan teknik SEO atau tembak keyword saya masih bingung dengan itu, artikel saya yang sukses menarik perhatian dari pengunjung melalui search engine adalah “foto cewek telanjang” atau artikel lain yang mengandung unsur pornonya dengan keyword seperti “foto cewek telanjang,keyword ini ” hehehe, keyword yang porno2 apa termasuk blackhat SEO kah??lendirkah (kata mas Nyegik)??ga tau ah.. saya nyoba dan lumayan, tapi ga mau keterusan ah, dan “Kyai Haji Abdullah 26 tahun dikubur jasad tetap utuh” dengan keyword seperti “jasad utuh” (hanya keyword sementara, namun sampe sekarang masih ada yang cari walopun tidak sebanyak hari saat berita itu muncul) dan sempet dibuat heran sama artikel saya “mp3 gratis agustus 2009” nongol di google dengan keyword “mp3 2009 terbaru” entah kapan nongolnya dan sampai kapan di sana ga tau deh…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selebihnya itu tentang seo-seoan… seperti kata Masnusiabodoh.. eh manusiabodoh.. Biarlah Seo itu menjadi misteri…hehehe…dan kalo saya ga ada ide nulis, blogwalking deh…sambil nyari inspirasi, refreshing, nambah temen dan dapet traffic sekalian…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengetahui keyword yang pengunjung gunakan untuk sampai ke blog ini, saya menggunakan plugin Statpress, dengan plugin itulah saya tau keyword di google yang dipake sampe ke blog ini dan artikel apa saja yang nongol di google (kalo saya ncek sendiri malahan ga muncul2..heheh jadi mayu) dan saya menggunakan plugin Platinum Seo juga. Sempat menggunakan plugin infogue widget supaya lebih cepat submit, namun saya ga pake lagi karena pertimbangan loading…hihihi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengalaman adalah guru yang berharga, lakukan selagi anda bisa dan mampu dan jangan segan bertanya pada yang lebih seniyor dari Anda, dan jangan simpan sendiri ilmunya… save and share gitu loh heheheh…dan jangan nanya sama saya (ewegimbal-ewegombel)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;So… Bukan sesuatu yang tidak mungkin (impossible is nothing) kalo mempunyai keinginan meningkatkan pengunjung menjadi 1000-10000 perhari, bagi saya ini sih masih mimpi atau mungkin masih impossible but…who knows…Impossible is nothing? Kaya kontes ajah…hihi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi semua hal berawal dari mimpi, ya!!! semua hal memang berawal dari mimpi, silahkan … jangan berenti mimpi dan segera terapkan dan berusaha (START DREAMING AND START ACTION) dan jangan Cuma mimpi dan jangan pula berhenti bermimpi (stop dreaming)! apa yang dilakukan (action) lok ga punya mimpi!! saya ga ngikut paham dan kontes STOP DREAMING START ACTION kok, jadi sorry to say kalo beda..hehehhe.. tapi saya juga ga ngikut paham Start Dreaming- Start Action tapiiiiii paham Kadang Dreaming-Kadang Action&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana cara luar biasa meningkatkan pengunjung nya??? saya yakin Anda kurang puas hyakkkakakak, bagi yang mau nambahin atau sekedar cuap-cuap, silahkan… di sini tempatnya. check this link&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Viewed 839 times by 327 viewers&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;disebar bole..disave juga boleh, Thanks yaw...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Artikel konyol full lainnya&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Jangan ragu menulis (4)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Blog pagerank 3 tercepat setau saya (17)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wordpress yang SEO friendly (4)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hilang Ingatan kembali (3)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Caranya Biar Iklan banyak yang klik (12)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang penting ada (3)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;10 makanan sehat untuk diet (8)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Plugin daftar isi otomatis (8)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cara meningkatkan link popularity (11)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kembali (10)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Offline Wordpress Blog (18)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Spesial di bulan Puasa (8)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jangan pake totalh ato byethost (13)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pisang itu hebat (24)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemerdekaan itu bulan Agustus (15)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Top 10 reason why your a capricorn (3)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perawan ato ga (2)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;The types of condom (4)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Belajar SEO membuat anchur text yang baik (3)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;cewek M L (3)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Minta Tolong (12)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Blog Relaks bintang virgo (4)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang Mau Liat Foto Cewek Telanjang (17)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Belajar SEO Seken chapter (19)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Noordin M Top selanjutnya (17)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;ADA JUGA CARA YANG LAIN mau Tau? Luangkan waktu lagi untuk membaca artikel saya dibawah ini:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ada terobosan baru (mungkin bagi yang sudah pernah baca ini terbilang basi) untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan mencari backlink gratis di dunia bloghespere. Salah satunya membuat artikel seperti yang aku buat ini. Untuk gabung silahkan copy artikel ini, lalu posting di blog kamu, isikan link anda di urutan paling bawah.. terus daftar/tulis komentar bahwa anda sudah posting artikelnya ke TutZone.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Oya, jangan lupa pasang link semua dari nomor urut 1 sampai yang terakhir (jangan cuma tulisannya doang, pasang linknya juga ya... Hati-hati, jangan sampe salah ya). Setelah nomor terakhir kamu ganti dengan nama Web/Blog kamu lengkap dengan alamat linknya, kamu tambah satu nomor lagi dengan tulisan Blog/web anda di sini tanpa alamat link. Cara ini akan berhasil jika kita semua jujur (tidak curang).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selamat mencoba dan jangan berbuat curang (emang main sepak bola)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;01. TutZone&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;02. The Silent Majority&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;03. Tech Mania&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;04. Naeem's Blog&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;05. Tweaking Windows&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;06. Jobs Tips And Employment Guide&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;07. 3arabax&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;08. EastWebDesign&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;09. Affilate Marketing&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;10. Download Free Flash Animation&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;11. The Things We Talk About&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;12. Get Computer Softwarez&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;13. Clicking Daily&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;14. Sobari Blogz&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;15. Baixa Filmes de Graca&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;16. Epigraflar&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;17. Right or Left&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;18. Sharing for better Living&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;19. Risefa&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;20. Forum Sejahtera&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;21. Maspri's Blog&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;22. http://www.tipsdantriksuksesbisnisonline.blogspot.som/&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;23. www.bisnis-tiket-pesawat.com/?id=Joel&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;24. http://www.mataairduit.com/&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;23. Blog/web anda di sini&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1584963073907459704-755576024278186347?l=quantum-nursing.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/feeds/755576024278186347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/11/cara-meningkatkan-kunjungan-blog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/755576024278186347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1584963073907459704/posts/default/755576024278186347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quantum-nursing.blogspot.com/2009/11/cara-meningkatkan-kunjungan-blog.html' title='Cara Meningkatkan Kunjungan Blog'/><author><name>QUANTUM NURSING</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14848637831608855178</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_nWlDWoCznmk/S358lxXd-UI/AAAAAAAAAAM/nCODe7Z6J-0/S220/FunPhotoBox_190541theofv.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
